Mitos, Manfaat, dan Ciri-Ciri Kayu Cempaka, Bunganya Harum dan Kayu Berwarna Kuning hingga Coklat Kemerahan
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
- print Cetak

Bunga Cempaka (Kantil) Kuning. (Foto: Istock)
Indo1.id – Kayu cempaka adalah sebutan untuk kayu yang berasal dari pohon cempaka (Michelia champaca), sebuah pohon anggota famili Magnoliaceae yang tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pohon ini juga dikenal dengan nama lain, seperti surian wangi, ye tama, atau limpaga.
Pohon cempaka merupakan salah satu tanaman yang memiliki bunga beraroma harum yang banyak digunakan sebagai bahan parfum, dupa, dan obat-obatan.
Bunga cempaka biasanya berwarna putih atau kuning dan memiliki bentuk bintang dengan lima kelopak.
Pohon cempaka juga memiliki kayu yang berwarna kuning hingga coklat kemerahan yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Kayu cempaka memiliki tekstur halus, serat lurus, dan tidak mudah lapuk atau dimakan rayap.
Kayu cempaka juga memiliki kelas awet II dan kelas kuat III-IV.
Mitos Kayu Cempaka
Pohon cempaka memiliki mitos yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Jawa tentang jodoh.
Konon, jika seseorang ingin segera mendapatkan jodoh, maka ia harus mencuri bunga cempaka putih milik wanita yang diinginkannya.
Dengan begitu, ia akan segera menikah dengan wanita tersebut.
Mitos ini didasarkan pada kisah Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit yang memiliki lima orang putra.
Suatu hari, ia mengadakan sayembara untuk menentukan siapa yang akan menjadi pewaris tahtanya.
Sayembara itu adalah mencari pohon cempaka yang berada di tengah hutan.
Kelima putra Prabu Brawijaya pun berangkat menuju hutan untuk mencari pohon cempaka. Namun, hanya Suro yang berhasil menemukan pohon itu.
Ia pun memotong sebatang kayu dari pohon itu dan membawanya kembali ke istana.
Namun, di tengah perjalanan, ia bertemu dengan empat saudaranya yang belum menemukan pohon cempaka.
Mereka pun meminta sebagian kayu dari Suro untuk dibawa ke istana. Suro pun memberikan sebagian kayunya kepada saudaranya.
Saat sampai di istana, Prabu Brawijaya melihat bahwa kelima putranya membawa kayu cempaka.
Ia pun bingung siapa yang harus dipilih menjadi raja selanjutnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk membagi kerajaannya menjadi lima bagian sesuai dengan warna kayu cempaka yang dibawa oleh putranya.
Suro mendapatkan bagian kerajaan dengan warna merah karena ia membawa kayu cempaka utuh. Ia pun menjadi raja di Surabaya.
Boyo mendapatkan bagian kerajaan dengan warna putih karena ia membawa kulit kayu cempaka. Ia pun menjadi raja di Boyolali.
Kediri mendapatkan bagian kerajaan dengan warna kuning karena ia membawa serbuk kayu cempaka. Ia pun menjadi raja di Kediri.
Blitar mendapatkan bagian kerajaan dengan warna hitam karena ia membawa arang kayu cempaka. Ia pun menjadi raja di Blitar.
Tulungagung mendapatkan bagian kerajaan dengan warna biru karena ia membawa abu kayu cempaka. Ia pun menjadi raja di Tulungagung.
Manfaat Kayu Cempaka
Kayu cempaka memiliki banyak manfaat untuk berbagai keperluan, antara lain:
– Kayu cempaka dimanfaatkan sebagai bahan baku kayu untuk pembuatan mebel, terutama untuk mebel indoor. Kayu cempaka memiliki warna yang indah, tekstur yang halus, dan kekuatan yang cukup baik.
– Kayu cempaka digunakan untuk membuat berbagai kerajinan atau mainan kayu, baik kerajinan tradisional maupun modern. Kayu cempaka mudah dibentuk dan dihias sesuai dengan kreativitas.
– Kayu cempaka digunakan untuk dibuat furnitur rumah seperti pintu, jendela, dinding, bahkan lantai kayu. Kayu cempaka memiliki kelas awet yang tinggi dan tidak mudah lapuk atau dimakan rayap.
– Kayu cempaka dimanfaatkan sebagai bahan kayu konstruksi ringan. Kayu cempaka memiliki bobot yang ringan tetapi cukup kuat untuk menopang beban. Kayu cempaka juga mudah dipasang dan direkatkan.
– Kayu cempaka menghasilkan resin atau getah yang diolah menjadi kopal. Kopal adalah bahan baku untuk pembuatan cat, vernis, lilin, dupa, parfum, obat-obatan, dan kosmetik. Kopal juga digunakan sebagai bahan pengawet untuk fosil dan artefak.
Ciri-Ciri Kayu Cempaka
Kayu cempaka memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
– Kayu cempaka berwarna kuning hingga coklat kemerahan dengan serat kayu yang lurus memanjang dan agak renggang. Kayu cempaka memiliki gubal berwarna kuning muda dengan teras berwarna kuning tua.
– Kayu cempaka memiliki bobot yang ringan tetapi cukup kuat. Kerapatan kayu cempaka berkisar antara 300-600 kg/m3. Kayu cempaka memiliki kekuatan lentur sekitar 70-90 N/mm2 dan kekuatan tekan sekitar 30-50 N/mm2.
– Kayu cempaka mudah diolah untuk berbagai keperluan. Kayu cempaka mudah digergaji, dibor, dibubut, diamplas, direkatkan, dipaku, dicat, dan dipoles.
Kayu cempaka juga mudah dibentuk menjadi berbagai bentuk sesuai dengan keinginan.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar