Dengan algoritma yang berusaha terus menghibur pengguna, platform ini memberikan cara instan untuk mengatasi kebosanan.
Namun, hal ini juga berarti kita semakin kesulitan untuk menemukan kepuasan dalam aktivitas lain di luar media sosial.
Ketergantungan pada platform ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan kita dalam menikmati kegiatan lain.
Keempat, video berdurasi pendek pada media sosial dapat memiliki pengaruh negatif pada kemampuan membaca anak-anak dan remaja.
Konten visual tanpa teks yang dominan di platform ini dapat menghambat perkembangan kemampuan membaca pada anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial daripada membaca.
Kelima, pengaruh dari platform TikTok telah merambah ke media sosial lainnya.
Banyak platform lain, seperti YouTube dengan fitur Shorts dan Instagram dengan Reels, berusaha meniru pengalaman menonton video berdurasi pendek.
Popularitas video pendek ini menunjukkan bahwa kita perlu waspada terhadap perubahan ini dan memahami dampaknya pada kesehatan otak dan kognisi kita.
Dengan demikian, video berdurasi pendek di media sosial saat ini memiliki dampak negatif yang signifikan pada otak kita.
Penting bagi kita sebagai pengguna untuk menyadari risiko ini dan menggunakan platform media sosial secara bijaksana.
Jaga keseimbangan dalam kehidupan digital kita dan tetapkan batasan dalam konsumsi konten agar tetap dapat menikmati manfaat media sosial tanpa mengorbankan kesehatan otak dan kondisi kita.