Dampak Negatif Tingginya Kadar Kolesterol Terhadap Kesehatan Mata

π·π‘Žπ‘šπ‘π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘”π‘Žπ‘‘π‘–π‘“ π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘”π‘–π‘›π‘¦π‘Ž πΎπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ πΎπ‘œπ‘™π‘’π‘ π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™ π‘‡π‘’π‘Ÿβ„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ πΎπ‘’π‘ π‘’β„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘€π‘Žπ‘‘π‘Ž. (𝐼𝑛𝑒𝑀𝑠 π‘€π‘Žπ‘›π‘Žπ‘‘π‘œ π‘“π‘œπ‘‘π‘œ)

Indo1.id – Kolesterol merupakan bagian dari lemak yang berperan penting untuk memproduksi berbagai jenis hormon, serta menjaga fungsi empedu pada tubuh manusia.

Akan tetapi, manfaat tersebut hanya bisa Anda dapatkan jika kadar kolesterol berada dalam jumlah yang normal.

Disebutkan Kemenkes, ambang batas kolesterol yakni kurang dari 200 mg/dl. Jika Anda memiliki kadar kolesterol yang melebihi ambang batas, maka risiko terjadinya hiperkolesterolemia akan meningkat dan memicu berbagai macam penyakit, salah satunya gangguan pada mata.

Dilansir dari American Osteopathic College of Dermatology dan Mayo Clinic, berikut empat dampak negatif tingginya kadar kolesterol terhadap kesehatan mata.

1. Oklusi pada arteri dan vena retina:

Tingginya kadar kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke retina mata.

Baca Juga :  Khasiat Kerang Hijau untuk Kesehatan Tubuh, Simak Artikel dibawah!

Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen ke mata dan menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan.

Terdapat empat jenis oklusi pada mata yang disebabkan oleh kelebihan kolesterol, yaitu oklusi arteri retina sentral, arteri retina cabang, oklusi vena retina sentral, dan oklusi vena retina cabang.

2. Xanthelasma:

Xanthelasma adalah kondisi di mana terbentuk gumpalan atau plak berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata.

Gumpalan ini terbentuk karena penumpukan kolesterol di bawah kulit.

Xanthelasma tidak menyebabkan rasa sakit atau gatal, namun biasanya tidak hilang meskipun telah dilakukan pengobatan atau terapi diet untuk mengurangi kadar kolesterol berlebih.

3. Arcus senilis:

Arcus senilis adalah kondisi di mana terbentuk cincin putih atau abu-abu di tepi luar kornea mata.

Baca Juga :  Klaim Penggunaan Racun Lebah sebagai Pengobatan Kanker Dibantah oleh Para Ahli

Biasanya, kondisi ini terjadi pada lansia, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya kelebihan kolesterol pada orang dewasa.

Arcus senilis disebabkan oleh penumpukan lemak di tepi kornea.

Seperti xanthelasma, arcus senilis umumnya tidak mempengaruhi penglihatan atau memerlukan pengobatan khusus.

4. Glaukoma:

Glaukoma adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik karena tekanan tinggi di dalam mata akibat penumpukan cairan.

Meskipun penyakit ini umumnya memiliki faktor keturunan, kelebihan kolesterol dalam darah juga dapat meningkatkan risiko glaukoma.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA Ophthalmology menunjukkan bahwa orang dengan kadar kolesterol yang tinggi memiliki potensi 7% lebih tinggi untuk mengalami glaukoma.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Baca Juga :  Perbandingan Sabun Cair dan Sabun Batang, Mana yang Lebih Sehat?

Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi asupan lemak dalam makanan sehari-hari, rutin berolahraga, cukup istirahat, mengonsumsi makanan yang seimbang gizinya, serta meningkatkan konsumsi sayur dan buah.

Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko dampak negatif tingginya kadar kolesterol terhadap kesehatan mata.

Tinggalkan Balasan