Kisah Tsar Bomba Milik Uni Soviet, Bom Nuklir Terbesar Sepanjang Sejarah
- account_circle Nugroho
- calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
- print Cetak

Indo1.id – Tsar Bomba adalah julukan untuk bom nuklir yang diciptakan oleh Uni Soviet pada tahun 1961.
Bom ini dikenal sebagai bom nuklir terbesar sepanjang sejarah, dengan kekuatan ledakan mencapai 50 megaton TNT, atau setara dengan 3.800 kali kekuatan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Tsar Bomba memiliki nama resmi RDS-220, atau Ivan dalam kode NATO.
Bom ini dirancang oleh tim fisikawan Soviet yang dipimpin oleh Yuli Khariton dan Andrei Sakharov, yang juga dikenal sebagai “bapak bom hidrogen Soviet”.
Bom ini merupakan bagian dari program senjata nuklir Soviet yang dilanjutkan setelah moratorium pengujian nuklir berakhir pada tahun 1961.
Tsar Bomba merupakan bom hidrogen tiga tahap, yang menggunakan bom atom sebagai pemicu untuk menyalakan reaksi fusi nuklir pada tahap kedua dan ketiga.
Bom ini memiliki berat 27 ton, panjang 8 meter, dan diameter 2,1 meter. Bom ini juga dilengkapi dengan sensor barometrik untuk meledak pada ketinggian tertentu.
Pada tanggal 30 Oktober 1961, Tsar Bomba diuji coba di atas Pulau Novaya Zemlya di Laut Barents, dekat Kutub Utara.
Bom ini dijatuhkan dari pesawat pembom Tu-95V yang dikawal oleh pesawat pengintai Tu-16. Pesawat-pesawat tersebut dicat putih untuk melindungi mereka dari panas ledakan.
Tsar Bomba meledak pada ketinggian 4 kilometer dengan menghasilkan bola api berdiameter 8 kilometer dan awan jamur setinggi 67 kilometer.
Ledakan ini terasa hingga jarak 1.000 kilometer dan terdengar hingga jarak 3.500 kilometer.
Ledakan ini juga menghancurkan semua bangunan dalam radius 55 kilometer dan menyebabkan kerusakan parah hingga radius 100 kilometer.
Tsar Bomba menghasilkan kejatuhan radioaktif sekitar 1 persen dari total kejatuhan nuklir sejak penemuan senjata nuklir pada tahun 1945.
Hal ini karena bom ini tidak menggunakan uranium-238 sebagai tamper, melainkan timbal atau polistirena.
Jika menggunakan uranium-238, kekuatan ledakan Tsar Bomba bisa mencapai 100 megaton, tetapi juga meningkatkan kejatuhan radioaktif secara signifikan.
Tsar Bomba adalah demonstrasi kekuatan militer Uni Soviet di tengah Perang Dingin dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Namun, bom ini juga menimbulkan kritik dan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk dari dalam Uni Soviet sendiri.
Beberapa ilmuwan dan politisi Soviet menganggap bom ini sebagai pemborosan sumber daya dan ancaman bagi perdamaian dunia.
Tsar Bomba hanya dibuat satu unit dan tidak pernah digunakan dalam perang.
Sisa casing bom ini disimpan di Museum Senjata Nuklir di Sarov dan Snezhinsk.
Tsar Bomba juga menjadi inspirasi bagi karya seni dan budaya populer, seperti film, novel, lagu, dan permainan video.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar