Donald Trump Resmi Dilantik Sebagai Presiden Amerika Serikat untuk Kedua Kalinya
- account_circle Ari arjuno
- calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
- print Cetak

Donald Trump saat membacakan sumpah jabatan pada Senin (20/1/2025) di US Capitol, Washington D.C (Foto: Dok. Joint Congressional Committee on Inaugural Ceremonies)
Indo1.id – Pada tanggal 20 Januari 2025, Donald J. Trump resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat untuk masa jabatan kedua.
Pelantikan ini berlangsung di Gedung Capitol, Washington D.C., dengan dihadiri oleh para pemimpin politik, keluarga Trump, dan ribuan pendukung yang memadati National Mall.
Upacara ini juga disiarkan secara luas melalui media televisi dan platform digital di seluruh dunia.
Momen Bersejarah Kembali Terulang
Donald Trump sebelumnya menjabat sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat dari tahun 2017 hingga 2021.
Setelah tidak terpilih pada pemilu 2020, ia kembali mencalonkan diri dan memenangkan pemilu 2024 melawan kandidat dari Partai Demokrat.
Kemenangannya dianggap sebagai salah satu peristiwa paling luar biasa dalam sejarah politik Amerika, menandai kembalinya seorang mantan presiden untuk menduduki kursi kekuasaan.
Trump membawa pesan kampanye yang kuat dengan tema “Make America Great Again, Again.”
Ia berjanji untuk melanjutkan agenda-agenda yang sempat tertunda selama masa jabatan pertamanya, dengan fokus pada ekonomi, keamanan nasional, dan reformasi pemerintahan.
Upacara Pelantikan
Prosesi pelantikan dimulai dengan pidato pembukaan dari berbagai tokoh agama dan pemimpin masyarakat.
Wakil Presiden terpilih, Kari Lake, juga dilantik pada hari yang sama, mendampingi Trump dalam menjalankan pemerintahan.
Pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung, John Roberts.
Dengan tangan kanan terangkat dan tangan kiri di atas Alkitab, Trump bersumpah untuk “menjaga, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat.”
Setelah pengambilan sumpah, Trump menyampaikan pidato inaugurasi yang sarat dengan pesan optimisme dan semangat.
Dalam pidatonya, ia kembali menekankan pentingnya kebijakan “America First” dan berjanji untuk membawa lebih banyak lapangan kerja, memperkuat militer, dan meningkatkan keamanan perbatasan.
“Hari ini adalah awal dari era baru untuk rakyat Amerika,” ucap Trump di hadapan para pendukungnya.
Respons Publik dan Media
Pelantikan Trump untuk masa jabatan kedua memicu beragam reaksi di dalam dan luar negeri.
Pendukungnya melihat momen ini sebagai kebangkitan baru yang akan membawa perubahan besar bagi Amerika Serikat.
Di sisi lain, kritik dan protes dari kelompok oposisi juga terjadi di beberapa kota besar, menunjukkan polarisasi yang masih kuat di masyarakat.
Di panggung internasional, pelantikan ini mendapat perhatian besar.
Para pemimpin dunia menyampaikan ucapan selamat sambil mengungkapkan harapan akan stabilitas dan kerja sama global di bawah kepemimpinan Trump.
Tantangan dan Agenda Utama
Menghadapi masa jabatan keduanya, Donald Trump dihadapkan pada sejumlah tantangan besar, termasuk pemulihan ekonomi pasca-pandemi, perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik.
Agenda utama yang diusungnya mencakup reformasi imigrasi, revitalisasi manufaktur domestik, dan negosiasi ulang perjanjian perdagangan internasional yang dianggap merugikan Amerika.
Selain itu, Trump berjanji untuk melanjutkan kebijakan pajak rendah dan deregulasi yang telah menjadi ciri khas pemerintahannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur modern dan memperkuat sistem pendidikan untuk generasi mendatang.
Pelantikan Donald Trump pada 20 Januari 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah politik Amerika.
Sebagai mantan presiden yang kembali berkuasa, ia menghadapi ekspektasi tinggi untuk memenuhi janji-janji kampanyenya dan mempersatukan bangsa yang terpolarisasi.
Dengan pelantikan ini, Trump membuka babak baru dalam kepemimpinannya, membawa harapan sekaligus tantangan besar bagi masa depan Amerika Serikat.***
- Penulis: Ari arjuno

