Nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib kepada Anaknya, Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib
- account_circle Nugroho
- calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
- print Cetak

Indo1.id – Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedudukan tinggi dalam sejarah Islam.
Ia adalah sepupu sekaligus menantu Nabi, serta salah satu dari empat khalifah yang diterima oleh semua umat Muslim.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai sosok yang berilmu, berani, adil, zuhud, dan mulia. Ia juga memiliki kecintaan yang besar kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ia banyak meninggalkan pesan-pesan indah, nasihat-nasihat bijak, dan surat-surat berharga yang terdokumentasi hingga sekarang.
Salah satu surat yang terkenal adalah surat yang ditulis oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib kepada anaknya, Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib.
Surat ini ditulis setelah pulang dari perang Shiffin, perang yang terjadi antara pasukan Sayyidina Ali dengan pasukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan pada tahun 657 M.
Surat ini berisi nasihat-nasihat tentang kehidupan dunia dan akhirat yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Surat ini juga menunjukkan kasih sayang dan kepedulian Sayyidina Ali kepada anaknya yang merupakan pewarisnya.
Berikut ini adalah isi surat Sayyidina Ali bin Abi Thalib kepada anaknya, Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib:
Wahai anakku,
Aku menulis surat ini untukmu karena aku sadar bahwa wujudku tidak akan lama lagi di dunia ini.
Setelah aku tiada, hanya engkau yang akan menjadi tumpuan hidupku. Engkau adalah diriku, maka terimalah nasihatku.
1. Wahai anakku, hidupkanlah dirimu dengan nasihat. Padamkanlah nafsumu dengan zuhud, kekuatan, dan keyakinan.
Terangilah hatimu dengan hikmah dan selalu ingat kematian dalam segala aktivitasmu.
Jika bertemu kawanmu, tunjukkan padanya aneka petaka yang serba dadakan di dunia.
Peringatkan padanya bahwa keburukan akan terjadi pada pergantian siang dan malam. Ingatkanlah hatimu.
2. Wahai anakku, paparkan dalam benakmu sejarah generasi masa lalu dan ingatkan dalam benakmu tentang orang-orang terdahulu.
Jelajahi pemukiman dan peninggalan mereka dan renungkan apa yang mereka lakukan.
Ketahuilah bahwa mereka telah pergi meninggalkan dunia dengan segala kenikmatannya dan kini menghadapi akhirat dengan segala pertanggungjawabannya.
3. Wahai anakku, janganlah kau beli duniamu dengan akhiratmu. Hindarilah berucap menyangkut apa yang engkau tidak ketahui atau berbicara yang bukan urusanmu.
Anakku, jangan kau telusuri jalan yang enggan untuk menelusurinya, ikutilah jalan yang pasti.
Ketahuilah bahwa berhenti pada kebingungan lebih baik daripada mengarungi bahaya dalam kesesatan.
4. Wahai anakku, sesungguhnya semua amalan yang aku sukai dari dirimu adalah bertaqwa kepada Allah.
Kerjakanlah segala yang wajib terlebih dahulu, baru kau amalkan semua sunnahnya.
Janganlah kau tinggalkan shalat lima waktu karena shalat adalah tiang agama. Janganlah kau sia-siakan zakat karena zakat adalah penyucian harta.
Janganlah kau lupakan puasa karena puasa adalah perisai dari api neraka.
Janganlah kau abaikan haji karena haji adalah jihad bagi orang yang tidak mampu berperang.
5. Wahai anakku, jadilah orang yang baik kepada orang tuamu karena mereka adalah pintu surga bagimu.
Hormatilah ayahmu karena ia adalah akarmu. Sayangilah ibumu karena ia adalah pangkal hidupmu.
Bantulah saudara-saudaramu karena mereka adalah tangan kananmu. Berbuat baiklah kepada kerabatmu karena mereka adalah sayapmu.
Berilah hak kepada tetanggamu karena mereka adalah penolongmu. Berbuat adillah kepada musuhmu karena mereka adalah ujian bagimu.
6. Wahai anakku, jadilah orang yang rendah hati karena rendah hati adalah sifat para nabi dan orang-orang shalih. Jauhilah sombong karena sombong adalah sifat iblis dan orang-orang zalim.
Jadilah orang yang lembut karena lembut adalah sifat para rasul dan orang-orang bijak. Jauhilah kasar karena kasar adalah sifat binatang dan orang-orang bodoh.
7. Wahai anakku, jadilah orang yang berilmu karena ilmu adalah cahaya bagi hati dan mata. Carilah ilmu dari orang-orang yang ahli dan berpeganglah pada al-Qur’an dan sunnah.
Janganlah kau ikuti hawa nafsu dan keinginan semata. Jadilah orang yang beramal karena amal adalah bukti keimanan dan ketaatan.
Janganlah kau malas dan menunda-nunda pekerjaan. Jadilah orang yang ikhlas karena ikhlas adalah kunci keberkahan dan kesuksesan.
8. Wahai anakku, jadilah orang yang zuhud karena zuhud adalah kebebasan dari belenggu dunia dan kecintaan kepada akhirat.
Janganlah kau tergoda oleh harta dan tahta yang fana. Cukupilah dirimu dengan apa yang halal dan bersyukurlah atas apa yang ada.
Jadilah orang yang sabar karena sabar adalah obat bagi segala penyakit dan kesulitan.
Janganlah kau mengeluh dan putus asa. Jadilah orang yang bersyukur karena bersyukur adalah pintu rizki dan nikmat.
9. Wahai anakku, jadilah orang yang bermoral karena moral adalah hiasan bagi diri dan masyarakat.
Janganlah kau berbohong, menggunjing, memfitnah, atau menyakiti orang lain. Jadilah orang yang jujur, amanah, sopan, dan santun.
Jadilah orang yang berakhlak mulia seperti akhlak Nabi Muhammad SAW.
Anakku, inilah nasihatku untukmu. Semoga Allah memberkati engkau dengan hidayah-Nya, melindungi engkau dengan rahmat-Nya, dan mengangkat derajatmu dengan ridha-Nya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar