Cerita Nabi Sulaiman Tangkap Semua Iblis: Tujuan Mulia, Akibat Mengejutkan
- account_circle Nugroho
- calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
- print Cetak

Ilustrasi iblis ditangkap dan diinjak. (Foto: JSTOR)
Indo1.id – Nabi Sulaiman adalah salah satu nabi dan rasul Allah yang diberi keistimewaan dan kemuliaan yang luar biasa.
Allah menundukkan padanya manusia, jin, binatang, burung, angin, dan malaikat. Nabi Sulaiman juga diberi kekuasaan atas kerajaan yang sangat luas dan agung.
Namun, di antara makhluk-makhluk yang tunduk kepada Nabi Sulaiman, ada satu golongan yang sangat dibencinya, yaitu iblis dan bala tentaranya.
Iblis adalah musuh utama manusia yang selalu menggoda dan menyesatkan mereka dari jalan Allah.
Iblis juga merupakan makhluk yang durhaka dan terkutuk sejak awal penciptaan manusia.
Suatu hari, Nabi Sulaiman memohon kepada Allah agar diperbolehkan memenjarakan iblis dan pasukannya.
“Ya Allah, Engkau telah menundukkan padaku manusia, jin, binatang buas, burung-burung, dan para malaikat. Ya Allah aku ingin menangkap dan memenjarakan iblis, merantai serta mengikatnya, sehingga manusia tidak berbuat dosa dan maksiat lagi.”
Nabi Sulaiman bermaksud baik dengan permintaannya itu. Ia ingin melindungi manusia dari godaan iblis yang dapat merusak akhlak dan iman mereka.
Ia ingin manusia hidup dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah.
Namun, permintaan Nabi Sulaiman tidak langsung dikabulkan oleh Allah.
Allah mewahyukan kepada Nabi Sulaiman bahwa tidak ada baiknya jika iblis ditangkap atau dibinasakan.
“Wahai Sulaiman, tidak ada baiknya jika iblis ditangkap.”
Allah mengetahui hikmah dan rahasia di balik penciptaan iblis.
Allah menciptakan iblis sebagai ujian dan cobaan bagi manusia.
Allah ingin melihat siapa di antara manusia yang beriman dan ber takwa kepada-Nya, dan siapa yang kafir dan ingkar kepada-Nya.
Allah juga menciptakan iblis sebagai pemicu bagi manusia untuk bekerja dan berusaha di dunia ini.
Allah ingin melihat siapa di antara manusia yang bersyukur atas nikmat-Nya, dan siapa yang kufur atas nikmat-Nya.
Tapi Nabi Sulaiman tetap memohon kepada Allah untuk menangkap iblis.
“Ya Allah, keberadaan mahluk terkutuk ini tidak ada kebaikan didalamnya.”
Akhirnya, Allah mengabulkan permintaan Nabi Sulaiman untuk menangkap iblis selama beberapa hari saja.
Keesokan harinya, Nabi Sulaiman memerintahkan anak buahnya untuk menangkap semua iblis yang ada di dunia ini.
Dengan bantuan jin-jin yang tunduk kepadanya, Nabi Sulaiman berhasil menangkap semua iblis tanpa terkecuali.
Iblis-iblis itu kemudian dimasukkan ke dalam penjara khusus yang dibuat oleh Nabi Sulaiman.
Lalu apa yang terjadi setelah semua iblis ditangkap? Apakah manusia hidup dengan bahagia tanpa godaan iblis?
Ternyata tidak demikian. Justru hal-hal aneh mulai terjadi di dunia ini setelah semua iblis ditangkap.
Pertama, pasar-pasar menjadi sepi dan kosong. Tidak ada lagi pedagang yang menjual barang-barangnya.
Tidak ada lagi pembeli yang membeli barang-barangnya. Semua orang meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke masjid atau kuburan.
Mereka sibuk beribadah kepada Allah tanpa henti-henti. Mereka mengingat kematian dan akhirat tanpa peduli lagi dengan dunia.
Mereka menangis dan berdoa tanpa henti-henti. Mereka tidak lagi makan dan minum, kecuali sedikit sekali.
Kedua, produksi dan pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan dan menurun.
Tidak ada lagi orang yang berusaha mencari nafkah dan mengembangkan usahanya.
Tidak ada lagi orang yang berinovasi dan berkreativitas. Tidak ada lagi orang yang berdagang dan bertransaksi.
Semua orang hanya fokus pada urusan akhirat tanpa memperhatikan urusan dunia.
Semua orang hanya mengumpulkan bekal untuk akhirat tanpa memperhatikan kebutuhan dunia.
Semua orang hanya mengandalkan Allah tanpa berusaha dan berikhtiar.
Ketiga, keseimbangan dan harmoni alam menjadi terganggu.
Tidak ada lagi orang yang menjaga dan merawat lingkungan.
Tidak ada lagi orang yang menanam dan memanen tanaman. Tidak ada lagi orang yang memelihara dan mengurus hewan.
Semua makhluk hidup menjadi liar dan tidak terkendali. Tanaman menjadi liar dan tidak terurus.
Hewan menjadi liar dan tidak terawat. Bencana alam menjadi sering terjadi dan tidak teratasi.
Keadaan dunia ini menjadi sangat aneh dan tidak wajar setelah semua iblis ditangkap.
Nabi Sulaiman pun merasa heran dan bingung dengan apa yang terjadi. Ia bertanya kepada Allah tentang hal ini.
Allah pun mewahyukan kepada Nabi Sulaiman bahwa semua ini adalah akibat dari penangkapan iblis.
Allah menjelaskan bahwa iblis memiliki peran penting dalam kehidupan manusia di dunia ini.
Iblis adalah pendorong bagi manusia untuk bekerja dan berusaha di dunia ini.
Iblis adalah pengingat bagi manusia tentang keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Iblis adalah tantangan bagi manusia untuk berjuang melawan hawa nafsu dan godaan syetan.
Allah berfirman kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Sulaiman, engkau telah menangkap iblis itu, sehingga akibatnya manusia tidak bergairah bekerja mencari nafkah. Bukankah sebelumnya telah kukatakan kepadamu bahwa menangkap iblis tidak mendatangkan kebaikan.”
Setelah mendengar penjelasan Allah, Nabi Sulaiman pun segera melepaskan semua iblis dari penjara.
Ia menyadari bahwa ia telah salah dalam memohon untuk menangkap iblis. Ia menyadari bahwa Allah lebih mengetahui tentang hikmah penciptaan iblis.
Keesokan harinya, manusia kembali normal seperti sedia kala. Mereka kembali bekerja dan berusaha di dunia ini. Mereka kembali menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Mereka kembali berjuang melawan hawa nafsu dan godaan syetan.
Dunia pun kembali harmonis dan seimbang seperti semula. Nabi Sulaiman pun bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang besar ini.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar