Mujizat Rasulullah dalam Perang Mu’tah, Mengetahui Nasib Para Komandan Muslim
- account_circle Nugroho
- calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
- print Cetak

Ilustrasi Perang Mu'tah. (Foto: NU Online)
Indo1.id – Perang Mu’tah adalah salah satu perang yang dialami oleh kaum muslimin melawan pasukan Kekaisaran Romawi Timur dan sekutunya, yaitu Ghassaniyah.
Perang ini terjadi pada tahun 629 Masehi atau 8 Hijriah, di daerah Mu’tah, sebelah timur Sungai Yordan dan Al-Karak.
Perang ini dipicu oleh pembunuhan utusan Rasulullah, al-Harits bin Umair, oleh penguasa Ghassaniyah, Syurahbil bin Amr.
Rasulullah kemudian mengirimkan pasukan muslim sebanyak 3.000 orang untuk menuntut balas.
Pasukan muslim dipimpin oleh tiga komandan secara bergantian, yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah.
Namun, pasukan muslim ternyata menghadapi pasukan Romawi dan Ghassaniyah yang berjumlah lebih dari 100.000 orang.
Dalam pertempuran yang sengit, ketiga komandan muslim gugur sebagai syuhada.
Hanya berkat keberanian dan kepemimpinan Khalid bin Walid, pasukan muslim berhasil selamat dari kekalahan.
Dalam perang ini, terjadi salah satu mujizat Rasulullah yang menakjubkan.
Rasulullah mampu mengetahui nasib para komandan muslim yang gugur di medan perang, padahal ia berada di Madinah yang jauh dari lokasi perang.
Mujizat ini terjadi ketika Rasulullah sedang memberikan khutbah Jumat di masjid Nabawi.
Tiba-tiba, Rasulullah terdiam dan menundukkan kepalanya. Kemudian, ia mengangkat kepalanya dan berkata:
“Zaid telah mengambil bendera dan terbunuh. Semoga Allah merahmatinya.”
Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi. Kemudian, ia mengangkat kepalanya dan berkata:
“Ja’far telah mengambil bendera dan terbunuh. Semoga Allah merahmatinya.”
Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi. Kemudian, ia mengangkat kepalanya dan berkata:
“Abdullah telah mengambil bendera dan terbunuh. Semoga Allah merahmatinya.”
Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi. Kemudian, ia mengangkat kepalanya dan berkata:
“Salah seorang pedang Allah telah mengambil bendera. Aku melihatnya di tengah-tengah musuh seperti seekor singa.”
Rasulullah kemudian menyebutkan nama Khalid bin Walid sebagai orang yang mengambil bendera setelah ketiga komandan gugur.
Ia juga mendoakan keselamatan dan kemenangan bagi pasukan muslim.
Mujizat ini membuktikan bahwa Rasulullah memiliki ilmu ghaib yang diberikan oleh Allah.
Ia mampu melihat apa yang terjadi di tempat yang jauh tanpa ada saksi atau kabar.
Mujizat ini juga menunjukkan kasih sayang Rasulullah kepada para sahabatnya yang berjuang di jalan Allah.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar