Sejarah Bom Hiroshima, Serangan Nuklir Pertama yang Mengubah Dunia
- account_circle Nugroho
- calendar_month Senin, 7 Agt 2023
- print Cetak

Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, Jepang. (Foto: twitter @AmyNHistory)
Indo1.id – Pada hari Minggu, 6 Agustus 2023, Jepang memperingati 78 tahun pengeboman atom oleh Amerika Serikat (AS) di Hiroshima, yang menewaskan sekitar 140.000 orang dan melukai puluhan ribu lainnya.
Serangan ini merupakan serangan nuklir pertama dalam sejarah manusia, yang mengakhiri Perang Dunia II dan membuka era baru dalam politik, teknologi, dan etika global.
Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima bernama Little Boy, yang memiliki kekuatan setara dengan 15 kiloton TNT.
Bom ini dibawa oleh pesawat pengebom B-29 bernama Enola Gay, yang dikemudikan oleh Kolonel Paul Tibbets.
Pesawat ini lepas landas dari Pulau Tinian di Pasifik Utara pada pukul 02.45 waktu setempat, dan tiba di atas Hiroshima pada pukul 08.15.
Bom ini meledak sekitar 600 meter di atas pusat kota Hiroshima, menghasilkan bola api raksasa dan gelombang panas yang mencapai suhu lebih dari 4.000 derajat Celcius.
Ledakan ini menghancurkan hampir seluruh bangunan dalam radius 1,6 km dan menyebabkan kebakaran hebat dalam radius 11 km.
Dampak dari ledakan ini tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga secara biologis dan psikologis.
Banyak korban yang mengalami luka bakar parah, keracunan radiasi, kanker, kelainan bawaan, trauma, dan diskriminasi sosial.
Banyak pula korban yang meninggal tanpa meninggalkan jejak atau identitas.
Serangan ini dilakukan oleh AS sebagai bagian dari Proyek Manhattan, sebuah program rahasia untuk mengembangkan senjata nuklir selama Perang Dunia II.
Proyek ini dipimpin oleh ilmuwan Robert Oppenheimer, yang dikenal sebagai “bapak bom atom”.
Tujuan dari serangan ini adalah untuk memaksa Jepang menyerah tanpa harus melakukan invasi darat, yang diperkirakan akan menelan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak.
Namun, serangan ini juga menuai banyak kontroversi dan kritik dari berbagai pihak.
Beberapa orang menganggap serangan ini sebagai kejahatan perang atau genosida, karena menargetkan populasi sipil yang tidak bersalah.
Beberapa orang juga meragukan alasan moral dan strategis dari serangan ini, karena Jepang sudah dalam kondisi lemah dan siap untuk menyerah.
Serangan ini juga memicu perlombaan senjata nuklir antara AS dan Uni Soviet, yang kemudian meluas ke negara-negara lain seperti Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara.
Serangan ini juga mempengaruhi hubungan internasional, hukum humaniter, gerakan perdamaian, dan kesadaran lingkungan.
Serangan ini juga meninggalkan warisan budaya dan sejarah bagi Jepang dan dunia.
Kota Hiroshima dibangun kembali menjadi kota perdamaian yang berdedikasi untuk mencegah perang nuklir dan menghapus senjata nuklir.
Kota ini juga memiliki Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, yang berisi museum, monumen, dan makam bagi para korban bom atom.
Setiap tahun pada tanggal 6 Agustus, Jepang mengadakan upacara peringatan untuk mengenang para korban bom atom Hiroshima.
Upacara ini dihadiri oleh para pejabat pemerintah, duta besar asing, penyintas bom atom (hibakusha), dan masyarakat umum.
Upacara ini juga disiarkan secara langsung oleh media massa.
Pada upacara tahun ini, Walikota Hiroshima Kazumi Matsui mendesak penghapusan senjata nuklir dan menyebut gagasan para pemimpin G7 tentang pencegahan nuklir sebagai “kebodohan”.
Ia juga mengkritik film “Oppenheimer”, yang mengisahkan penciptaan bom atom, karena mengabaikan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki.
Demikianlah sejarah bom hiroshima yang barusan di peringati 78 tahun. Semoga bermanfaat dan mengedukasi.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar