Mitos Kayu Sangga Balik, Menyimpan Rahasia Magis yang Menangkis Ilmu Hitam di Pulau Kalimantan
- account_circle M Effendi
- calendar_month Senin, 14 Agt 2023
- print Cetak

Ilustrasi Kayu Sangga Balik. (Foto: Freepik)
Indo1.id – Di tengah hutan belantara pedalaman Kalimantan, tersembunyi sebuah rahasia magis yang diyakini mampu menangkis dan mengembalikan serangan ilmu hitam.
Kayu Sangga Balik, sebuah benda bertuah yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang berilmu tinggi selevel kepala adat, kepala suku, atau tokoh agung.
Kekuatan mistis kayu ini dianggap sebagai penangkal berbagai jenis ilmu hitam seperti santet, teluh, dan tenung, yang umumnya disampaikan melalui ritual-ritual tertentu.
Untuk mendapatkan kayu Sangga Balik, seseorang harus menjalani proses ritual yang memakan waktu antara 3 hingga 7 hari.
Proses ini melibatkan penggunaan mantera dan sesaji tertentu, sambil menunggu cahaya merah, orange, atau bahkan biru muncul dari bagian pohon Sangga Balik.
Setiap warna cahaya memiliki tingkat kekuatan yang berbeda, dengan cahaya biru dianggap sebagai yang paling kuat dan langka.
Pebayak, seorang sesepuh adat Suku Dayak Keyah yang berusia 74 tahun, menjelaskan bahwa hanya orang-orang berilmu tinggi yang dapat mengambil kayu Sangga Balik.
Tantangan dan godaan gaib yang besar mengiringi proses pencarian kayu ini, dan tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menghadapinya.
Namun, memiliki kayu Sangga Balik juga berarti pemilik akan selalu dilindungi oleh khodam, entitas gaib yang diyakini memiliki kemampuan untuk menghadapi serangan gaib.
Saat ini, kayu Sangga Balik menjadi tren di kalangan pengusaha, pejabat, dan masyarakat yang mencari perlindungan gaib yang konon sudah disediakan alam.
Meskipun demikian, dalam segala urusan, penting untuk tetap berserah diri pada Tuhan sebagai pemilik segala kekuatan dunia dan akhirat.
Pesan moral dari kisah ini adalah untuk selalu mengutamakan keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, serta menjalani kehidupan dengan penuh iman dan ketakwaan.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar