Kayu Kemuning: Mitos, Manfaat, dan Ciri-Ciri
- account_circle Nugroho
- calendar_month Senin, 28 Agt 2023
- print Cetak

Bunga pohon Kemuning yang memiliki wangi nan khas di malam hari. (Foto: pertanianku)
Indo1.id – Kayu kemuning adalah salah satu jenis kayu yang memiliki banyak keistimewaan dan khasiat.
Kayu kemuning berasal dari pohon kemuning, yang termasuk dalam suku rutaceae.
Pohon kemuning biasa tumbuh liar di tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.
Pohon kemuning memiliki daun majemuk, bunga putih yang harum, dan buah berwarna merah sampai oranye.
Mitos
Kayu kemuning dipercaya memiliki nilai magis dan mistis oleh beberapa masyarakat di Indonesia.
Kayu kemuning diyakini dapat menolak bala, mengusir roh jahat, menarik keberuntungan, dan meningkatkan kewibawaan.
Kayu kemuning juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan tongkat, kotak, sarung keris, gelang, tasbih, dan pipa rokok.
Beberapa orang Minangkabau secara tradisional menggunakan akar kemuning untuk tangkai pisau atau ladiang (golok).
Salah satu mitos yang terkenal tentang kayu kemuning adalah terkait dengan warnanya.
Kayu kemuning memiliki beberapa varian warna, seperti kuning, hitam, merah, dan gading.
Masing-masing warna memiliki makna tersendiri. Kayu kemuning kuning melambangkan kecerdasan dan kebijaksanaan.
Kayu kemuning hitam melambangkan kekuatan dan keteguhan. Kayu kemuning merah melambangkan keberanian dan semangat.
Kayu kemuning gading melambangkan kemuliaan dan kesucian.
Manfaat
Kayu kemuning tidak hanya memiliki nilai estetika dan spiritual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.
Kayu kemuning mengandung berbagai senyawa kimia yang berkhasiat sebagai obat tradisional.
Beberapa manfaat kayu kemuning untuk kesehatan adalah:
– Mengobati gigitan serangga dan binatang berbisa. Kayu kemuning mengandung mexotioin, sebuah senyawa kumarin yang dapat menetralisir racun dan mengurangi peradangan.
– Mengobati diare dan disentri. Kayu kemuning mengandung tannin, sebuah senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare dan disentri.
– Mengobati sakit gigi, radang buah zakar, kencing nanah, dan keputihan. Kayu kemuning mengandung eugenol, sebuah senyawa yang memiliki sifat antiseptik, antiinflamasi, dan analgesik.
– Mengobati memar, bisul, dan luka luar. Kayu kemuning mengandung coumurrayin, sebuah senyawa yang dapat mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi.
Ciri-Ciri
Kayu kemuning memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat membedakannya dari kayu lainnya.
Beberapa ciri-ciri kayu kemuning adalah:
– Berwarna kuning keemasan dengan urat kayu yang halus dan rata.
– Berbau harum seperti bunga kamboja atau melati.
– Berat jenisnya berkisar antara 0,6 sampai 0,8 gram per sentimeter kubik.
– Teksturnya halus dan padat dengan serat kayu yang lurus atau sedikit bergelombang.
– Kekerasannya berkisar antara 3 sampai 4 pada skala Brinell.
– Tahan terhadap serangan rayap dan jamur.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar