Simak Tips Antisipasi Terhindar dari Kebocoran Kredensial Internet Banking
- account_circle Nugroho
- calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
- print Cetak

Gambaran kejahatan kredensial perbankan. (Foto: istock)
Indo1.id – Internet banking adalah layanan perbankan yang dapat diakses melalui internet dengan menggunakan perangkat seperti komputer, laptop, tablet, atau smartphone.
Internet banking memudahkan nasabah untuk melakukan berbagai transaksi perbankan seperti cek saldo, transfer, bayar tagihan, beli pulsa, dan lain-lain.
Namun, internet banking juga memiliki risiko keamanan yang harus diwaspadai, salah satunya adalah kebocoran kredensial.
Kredensial adalah data pribadi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengotentikasi pengguna internet banking, seperti username, password, PIN, nomor rekening, dan nomor kartu ATM.
Kebocoran kredensial dapat terjadi karena berbagai sebab, seperti serangan hacker, phishing, malware, keylogger, atau kelalaian pengguna.
Jika kredensial bocor dan jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, maka akun internet banking dapat dibobol dan uang di rekening dapat diambil.
Untuk mengantisipasi dan terhindar dari kebocoran kredensial internet banking, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:
– Ganti kredensial secara berkala. Jangan menggunakan kredensial yang sama untuk semua akun internet banking atau layanan online lainnya.
Buat kredensial yang kuat dan sulit ditebak, dengan menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol.
Jangan menyimpan atau menulis kredensial di tempat yang mudah dilihat atau diakses orang lain.
– Gunakan antivirus dan firewall pada perangkat yang digunakan untuk mengakses internet banking.
Antivirus dan firewall dapat melindungi perangkat dari serangan malware, virus, spyware, atau program jahat lainnya yang dapat mencuri data kredensial.
Pastikan antivirus dan firewall selalu diperbarui dengan versi terbaru.
– Hati-hati dengan phishing. Phishing adalah upaya penipuan dengan mengirimkan email atau pesan palsu yang mengatasnamakan bank atau lembaga resmi lainnya, dengan tujuan memancing pengguna untuk memberikan data kredensial atau mengklik link berbahaya.
Jangan pernah memberikan data kredensial melalui email atau pesan yang mencurigakan. Jangan mengklik link yang tidak diketahui asal-usulnya.
Pastikan alamat situs internet banking yang dikunjungi benar-benar resmi dan aman, dengan menggunakan protokol https dan memiliki ikon gembok di sebelah alamat situs.
– Gunakan token OTP (One Time Password) untuk melakukan transaksi internet banking.
Token OTP adalah kode rahasia yang dikirimkan oleh bank melalui SMS atau aplikasi khusus ke nomor ponsel atau perangkat pengguna.
Token OTP hanya berlaku untuk satu kali transaksi dan memiliki waktu kadaluarsa tertentu.
Dengan menggunakan token OTP, pengguna dapat meningkatkan keamanan transaksi internet banking karena tidak cukup hanya dengan mengetahui kredensial saja.
– Jaga kerahasiaan nomor ponsel dan kartu ATM. Nomor ponsel dan kartu ATM merupakan data penting yang berkaitan dengan akun internet banking.
Jika nomor ponsel hilang atau dicuri, segera laporkan ke bank untuk memblokir layanan SMS OTP atau m-banking.
Jika kartu ATM hilang atau dicuri, segera laporkan ke bank untuk memblokir kartu ATM dan mengganti PIN baru.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar