Kisah Nabi Muhammad Pernah Terkena Sihir dari Seorang Yahudi Okultis Bernama Labid bin Al-A’sham
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
- print Cetak

Ilustrasi penggunaan ilmu hitam. (Foto: freepik)
Indo1.id – Sihir adalah sebuah praktik yang melibatkan bantuan setan untuk mencelakai atau mengganggu orang lain. Sihir adalah perkara ghaib yang nyata dan diakui oleh Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dan istrinya.” (QS. Al-Baqarah: 102)
Sihir bisa menimpa siapa saja, termasuk Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, yang merupakan utusan Allah dan manusia paling mulia.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah terkena sihir dari seorang Yahudi okultis bernama Labid bin Al-A’sham.
Kejadian ini terjadi pada tahun ke-7 Hijriyah, ketika Nabi Muhammad sedang berada di Madinah.
Labid bin Al-A’sham adalah seorang penyair dan dukun Yahudi yang membenci Nabi Muhammad dan Islam.
Ia mendapat perintah dari orang-orang Yahudi untuk menyihir Nabi Muhammad dengan cara apapun³.
Labid bin Al-A’sham kemudian menyihir Nabi Muhammad dengan menggunakan sisir dan rambut beliau yang ia dapatkan dari seorang budak wanita Yahudi bernama Zainab binti Al-Harits, yang bekerja sebagai pembantu di rumah Nabi Muhammad.
Ia juga menggunakan kulit mayang kurma jantan sebagai media sihirnya.
Labid bin Al-A’sham mengikat rambut dan kulit mayang tersebut dengan tali yang memiliki 11 simpul.
Setiap simpul diucapkan mantra sihir tertentu.
Kemudian ia menyembunyikan gulungan sihir tersebut di bawah batu di dalam sumur Dzarwan, yang terletak di pinggiran Madinah.
Akibat sihir tersebut, Nabi Muhammad mengalami gangguan fisik dan psikis. Beliau merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat.
Beliau juga sering mengalami halusinasi, seperti membayangkan telah melakukan sesuatu padahal tidak melakukannya.
Salah satu halusinasi yang dialami beliau adalah membayangkan telah mendatangi istrinya satu per satu, padahal tidak.
Nabi Muhammad tidak menyadari bahwa beliau terkena sihir. Beliau hanya merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dirinya.
Beliau kemudian berdoa kepada Allah untuk memberikan petunjuk dan penjelasan atas apa yang menimpanya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian mengirimkan dua malaikat dalam wujud manusia untuk memberitahu Nabi Muhammad tentang sihir yang menyerangnya.
Malaikat-malaikat itu menjelaskan bahwa pelaku sihirnya adalah Labid bin Al-A’sham, dan tempat sihirnya adalah sumur Dzarwan.
Nabi Muhammad lalu memerintahkan beberapa sahabatnya untuk mendatangi sumur Dzarwan dan mengambil gulungan sihir tersebut.
Ketika sampai di sana, mereka mendapati bahwa air sumur berwarna merah kecokelatan seperti air perasaan daun pacar, dan kepala mayangnya seperti kepala setan.
Sahabat-sahabat Nabi Muhammad kemudian membakar gulungan sihir tersebut.
Setiap kali mereka membaca surat Al-Falaq dan An-Nas (muawwidzatain), maka terbukalah satu simpul tali itu.
Setelah semua simpul terbuka, maka sembuhlah Nabi Muhammad dari gangguan sihir tersebut.
Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang bisa terkena musibah seperti sihir.
Namun, beliau juga mendapat perlindungan dan pertolongan khusus dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kisah ini juga mengajarkan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari segala kejahatan dan keburukan, termasuk sihir.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar