Mitos Pantai Parangtritis Yogyakarta: Antara Legenda dan Kepercayaan

  • Bagikan
Keindahan Pantai Prangtritis yang menyimpan mitos dan misteri. (Foto: instagram @wisataparangtritis)

Menurut legenda, pantai ini juga menjadi tempat pertemuan antara Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, dengan Sunan Kalijaga, salah satu wali Songo.

Konon, setelah melakukan pertapaan di Goa Jepang, Panembahan Senopati bertemu dengan Sunan Kalijaga di pantai ini.

Sunan Kalijaga kemudian memberikan nasehat dan petuah kepada Panembahan Senopati tentang cara memerintah kerajaannya.

Baca Juga :  Kayu Galih Asem: Mitos dan Keyakinan dalam Dunia Kepemimpinan

Mitos larangan memakai baju warna hijau. Salah satu mitos yang paling terkenal tentang pantai ini adalah larangan memakai baju warna hijau.

Konon, warna hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, penguasa laut selatan.

Jika ada orang yang memakai baju warna hijau di pantai ini, maka ia akan ditarik oleh Nyi Roro Kidul ke dalam laut.

Baca Juga :  Mitos dan Misteri Tugu Soeharto, Destinasi Angker di Semarang

Mitos ini didukung oleh beberapa kasus orang yang hilang atau tenggelam di pantai ini.

– Mitos hubungan antara Kraton Yogyakarta dengan Nyi Roro Kidul. Menurut kepercayaan masyarakat Yogyakarta, ada hubungan khusus antara Kraton Yogyakarta dengan Nyi Roro Kidul.

Konon, Nyi Roro Kidul adalah istri spiritual dari raja-raja Mataram Islam, mulai dari Panembahan Senopati hingga Sultan Hamengkubuwono X saat ini.

Baca Juga :  Mitos Kepercayaan Tuah, Bunga Kenanga Untuk Mendapatkan Jodoh

Hubungan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kemakmuran kerajaan.

Oleh karena itu, setiap tahunnya ada upacara labuhan yang dilakukan di pantai ini sebagai bentuk penghormatan dan permohonan kepada Nyi Roro Kidul.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan