Mitos Bunga Kantil yang Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia

  • Bagikan
Bunga Kantil yang dianggap orang Jawa mempunyai kekuatan mistis. (Foto: wikipedia)

Banyak orang yang menggunakan darah atau bulu burung gagak untuk mengirimkan santet kepada musuhnya.

Namun, dengan menanam bunga kantil di rumah, kita bisa terhindar dari bahaya santet.

Konon, bunga kantil yang tiba-tiba layu tanpa sebab merupakan tanda bahwa ada orang yang mencoba menyantet kita.

Namun, sejauh mana kebenaran mitos-mitos tersebut? Apakah ada bukti ilmiah yang mendukungnya?

Baca Juga :  Mitos Misteri Penampakan Mahluk Halus di Rumah Sakit Gambiran 2

Ataukah hanya berdasarkan kepercayaan turun-temurun saja? Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus membahas tentang mitos bunga kantil.

Kebanyakan penelitian hanya membahas tentang manfaat bunga kantil dari segi kesehatan atau kecantikan.

Bunga kantil memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Bunga ini mengandung minyak atsiri yang bisa digunakan sebagai aromaterapi.

Baca Juga :  Cerita Mitos Dewi Hariti di Candi Banyunibo: Dari Yaksa yang Menculik Anak Menjadi Dewi Kesuburan

Aromaterapi bunga kantil bisa membantu mengurangi stres, depresi, insomnia, dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, minyak atsiri bunga kantil juga bisa digunakan sebagai bahan kosmetik, seperti parfum, sabun, lotion, dan lain-lain.

Dengan demikian, bunga kantil adalah tanaman yang memiliki dua sisi: mitos dan manfaat.

Mitos-mitos tentang bunga kantil mungkin masih akan terus dipercaya oleh sebagian orang, namun kita juga perlu mengetahui manfaat nyata dari tanaman ini.

Baca Juga :  Mitos Memelihara Burung Trucukan: Simbol Keberuntungan dan Kesuksesan

Bunga kantil bukan hanya sekadar tanaman hias, tetapi juga tanaman obat dan wangi-wangian.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan