Gibran Pasrah dan Minta Maaf Soal Video Ajak Pilih Ganjar yang Langgar UU Pemilu
- account_circle Nugroho
- calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
- print Cetak

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. (Foto: twitter @gibran_tweet)
Indo1.id – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal video ajakan memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai presiden yang dianggap melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Gibran mengaku pasrah dan meminta maaf atas kejadian tersebut.
Dalam video yang diunggah akun TikTok PDI Perjuangan, Senin (21/8), Gibran bersama sejumlah kepala daerah lainnya mengajak masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024 dan memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Video tersebut berdurasi 16 detik dan mendapat banyak kritik dari publik.
Menurut Bawaslu, video tersebut melanggar Pasal 283 UU Pemilu, yang mengatur tentang larangan melakukan kampanye sebelum masa kampanye ditetapkan.
Namun, Bawaslu tidak memberikan sanksi kepada para kepala daerah yang terlibat, melainkan meneruskan hasil penyelidikan itu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar dilakukan pembinaan.
Gibran mengatakan bahwa ia tidak mengetahui kapan video tersebut dikeluarkan dan mengaku hanya mengikuti instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
Ia juga tidak mengunggah video tersebut ke akun media sosial pribadinya.
“Saya kan sudah bilang semua ada, menempel stiker, video, ojo aku thok sing disalahke (jangan aku saja yang disalahkan). Ya itu kan video lama, saya tidak tahu kapan dikeluarkan kalau masalah itu tanya DPP. Ya silakan (sosialisasi),” kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (29/8).
Gibran juga mengaku siap dipanggil Bawaslu terkait video tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu atau tersinggung.
“Kalau dipanggil ya saya siap. Saya mohon maaf kalau ada yang tersinggung atau terganggu dengan video itu,” ucapnya.
Gibran menegaskan bahwa ia tidak bermaksud melanggar aturan atau mencampuri urusan partai lain.
Ia hanya ingin mendukung Ganjar Pranowo, yang merupakan kader PDIP dan rekan kerjanya sebagai kepala daerah.
“Saya bukan jurkam (jurubicara kampanye), cuma ajakan saja. Saya kan kader PDIP, jadi ya mendukung Pak Ganjar. Apalagi beliau juga gubernur Jateng, jadi rekan kerja saya,” tuturnya.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar