Adakah Sistem Rem Darurat untuk Truk yang Mengalami Rem Blong?

  • Bagikan
Truk Volvo asal Jerman yang terkenal canggih dan banyak fitur keamanan. (Foto: Volvo)

Engine brake bekerja dengan mengubah waktu pembukaan katup gas buang ketika pengemudi melepaskan pedal gas.

Hal ini membuat udara yang masuk ke dalam silinder tidak dapat keluar dan menimbulkan tekanan balik yang mengurangi putaran mesin.

Akibatnya, laju truk akan melambat.

Engine brake biasanya digunakan pada truk dengan mesin diesel dan transmisi manual.

Baca Juga :  Jordan Rudess, Keyboardist yang Dianggap Penyihir karena Kehebatannya

Engine brake dapat diaktifkan dengan menekan tombol atau tuas yang terletak di dekat kemudi.

Engine brake dapat membantu mengurangi pemakaian kampas rem dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

3. Retarder

Retarder adalah sistem rem yang memanfaatkan gaya gesekan antara dua permukaan untuk menghambat putaran roda.

Retarder bekerja dengan menerapkan gaya gesekan pada poros transmisi, poros gardan, atau roda gigi diferensial ketika pengemudi menekan pedal rem.

Baca Juga :  Waspada Virus Nipah yang Tengah Menyerang India, Akankah Masuk ke Indonesia?

Hal ini membuat putaran roda menjadi lebih lambat.

Retarder biasanya digunakan pada truk dengan transmisi otomatis atau manual.

Retarder dapat diaktifkan dengan menekan pedal rem atau tuas yang terletak di dekat kemudi.

Retarder dapat membantu mengurangi pemakaian kampas rem dan meningkatkan keselamatan berkendara.

Itulah beberapa sistem rem darurat yang ada pada truk yang mengalami rem blong.

Baca Juga :  Inilah Beberapa Influencer Sukses dan Ternama di Indonesia

Sistem-sistem ini dapat membantu pengemudi truk untuk mengendalikan laju kendaraannya ketika terjadi kondisi darurat.

Namun, pengemudi truk juga harus melakukan perawatan rutin pada sistem pengereman utama dan selalu waspada saat berkendara di jalan raya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan