Mamalia Pasut: Satwa Langka yang Terancam Punah di Sungai Mahakam
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
- print Cetak

Inilah mamalia pasut, mirip seperti lumba lumba tapi tanpa moncong. (Foto: Whales Scientists)
Indo1.id – Mamalia pasut (Orcaella brevirostris) adalah salah satu jenis lumba-lumba yang hidup di air tawar, khususnya di sungai-sungai daerah tropis.
Mamalia pasut memiliki ciri khas berupa kepala bulat tanpa moncong, mata kecil, dan sirip punggung rendah.
Warna kulitnya abu-abu kebiruan dengan bagian perut lebih terang.
Panjang tubuhnya berkisar antara 1,9 hingga 2,75 meter, dengan berat sekitar 90 hingga 200 kilogram.
Mamalia pasut tersebar di beberapa negara Asia Tenggara dan Selatan, serta Australia.
Namun, populasi terbesarnya berada di tiga sungai utama, yaitu Sungai Ayeyarwady di Myanmar, Sungai Mekong di Kamboja, Laos, dan Vietnam, dan Sungai Mahakam di Kalimantan, Indonesia.
Di Indonesia, mamalia pasut dikenal sebagai pesut mahakam atau lumba-lumba sungai mahakam.
Nama pesut berasal dari kata “pesu” yang berarti mata sipit dalam bahasa Banjar.
Mamalia pasut adalah hewan sosial yang hidup dalam kelompok kecil, biasanya antara 6 hingga 9 ekor.
Mereka berkomunikasi dengan menggunakan suara klik dan siulan.
Mereka juga memiliki kemampuan ecolokasi, yaitu menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi dan menghindari rintangan di air yang keruh.
Mamalia pasut memakan ikan-ikan kecil, udang, cumi-cumi, dan krustasea lainnya.
Sayangnya, mamalia pasut termasuk dalam daftar hewan yang terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Populasi globalnya diperkirakan hanya sekitar 6.000 ekor, dengan sekitar 80 ekor di Sungai Mahakam.
Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan populasi mamalia pasut adalah:
– Hilangnya habitat akibat perubahan aliran sungai, pembangunan bendungan, dan penurunan kualitas air.
– Ancaman dari aktivitas manusia seperti penangkapan ikan dengan jaring, perahu bermotor, polusi suara, dan limbah industri.
– Penyakit dan parasit yang menyerang sistem imun mamalia pasut.
– Perburuan ilegal untuk diambil daging, minyak, atau bagian tubuh lainnya.
Untuk melindungi mamalia pasut dari kepunahan, diperlukan upaya konservasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
– Melakukan survei dan penelitian untuk memantau status dan distribusi mamalia pasut di sungai-sungai tempat mereka hidup.
– Menetapkan kawasan konservasi dan zona perlindungan untuk melindungi habitat dan sumber makanan mamalia pasut.
– Melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar sungai tentang pentingnya menjaga kelestarian mamalia pasut dan manfaatnya bagi ekosistem.
– Melakukan penegakan hukum terhadap pelaku perburuan atau perdagangan ilegal mamalia pasut.
– Melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran mamalia pasut yang terluka atau terjebak oleh jaring nelayan.
Mamalia pasut adalah satwa langka yang memiliki nilai ekologis dan budaya yang tinggi.
Mereka merupakan bagian dari kekayaan alam Indonesia yang harus kita lestarikan bersama-sama.
Dengan menjaga keberadaan mamalia pasut di Sungai Mahakam, kita juga turut menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat sekitar sungai.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar