Legenda kedua berkaitan dengan makam para ulama, termasuk Syekh Subakir dan para Wali Songo yang datang untuk berdakwah pada tahun 1404.
Gunung Tidar menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para ulama ini, dan masyarakat Jawa sering mengunjungi tempat ini untuk berziarah dan mencari wangsit.
Di puncak Gunung Tidar, terdapat tugu dengan simbol huruf ‘Sa’ dalam aksara Jawa, yang dipercayai sebagai tombak yang ditancapkan oleh Syekh Subakir untuk mengusir bangsa jin.
Tugu ini memiliki makna “Sapa Salah Seleh” (siapa yang salah akan ketahuan).
Gunung Tidar memiliki sejarah dan legenda yang kaya, mencerminkan perpaduan antara kepercayaan tradisional Jawa dan penyebaran agama Islam di pulau ini.