Pengamat: Ganjar Pranowo Calon Presiden yang Mendukung Kemerdekaan Palestina
- account_circle Ari arjuno
- calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
- print Cetak

Calon Presiden 2024 Ganjar Pranowo saat kunjunganya ke di Desa Bukit Jaya Kec Musi Banyuasin Sumatera Selatan ( foto: instagram@ganjar_pranowo)
indo1.id – Pada kuartil 3 tahun 2023, Palestina menghadapi serangan dari Israel akibat konflik yang berlangsung dengan Hamas di Gaza. Indonesia, dan mayoritas negara memberi dukungan atas kemerdekaan Palestina.
Menurut pandangan Emrus Sihombing, seorang pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Ganjar Pranowo adalah bakal calon presiden (bacapres) yang paling berpihak pada isu kemerdekaan Palestina.
Dalam konteks ini, Emrus menganggap Ganjar unggul dalam sikapnya dibandingkan dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Walaupun Ganjar tidak secara langsung merespons konflik antara Hamas dan Israel yang baru-baru ini meletus, Emrus menyoroti sikapnya yang mencerminkan dukungannya melalui penolakannya terhadap kehadiran timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 yang direncanakan digelar di Indonesia.
Emrus menyatakan, “Ketegasan PDI-P dan Ganjar Pranowo sebagai kader dan calon presiden lebih tegas memberikan suatu pesan keberpihakan kepada Palestina dan mendukung kemerdekaan Palestina,” pada Rabu (11/10).
Sikap tegas ini, seperti penolakan terhadap kehadiran timnas Israel, menunjukkan komitmen Ganjar terhadap isu kemerdekaannya. Emrus melihatnya sebagai bukti ketegasan Ganjar dalam menyuarakan pandangannya, tanpa mempertimbangkan faktor elektoral.
Penolakan Ganjar terhadap kehadiran timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 pada bulan April lalu sempat menimbulkan sentimen negatif, dan dianggap sebagai salah satu penyebab kegagalan penyelenggaraan turnamen tersebut di Indonesia.
Elektabilitas Ganjar juga sempat mengalami penurunan dalam beberapa survei. Namun, belakangan ini, tingkat keterpilihan Ganjar mulai pulih dalam beberapa bulan terakhir.
Emrus percaya bahwa sikap tegas Ganjar dalam mendukung Palestina akan menjadi kenangan yang positif di mata publik. Ia bahkan menyebut bahwa saat itu, Ganjar memperlihatkan karakter seorang negarawan yang memegang teguh prinsip konstitusi, khususnya dalam konteks hak kemerdekaan bagi seluruh bangsa.
Dalam konteks isu kemerdekaan Palestina, Emrus melihat bahwa PDI-P dan Ganjar Pranowo tampak lebih berani dalam mendukung Palestina dibandingkan dengan dua poros koalisi pengusung dua bakal calon presiden lainnya.
Emrus berpendapat bahwa seharusnya koalisi pendukung Prabowo Subianto dan Anies Baswedan juga menunjukkan sikap tegas dalam mendukung Palestina.
“Dua calon lain tadi, secara partai, belum kelihatan. Secara individu, juga belum kelihatan. Semisal Anies, dari partai pengusungnya, saya belum melihat pernyataan. Karena itu saya pikir tiga kandidat ini harus menyatakan pandangan mereka secara eksplisit,” ucap Emrus.
Doa Untuk Palestina yang Dipimpin Oleh Mahfud MD dengan Para Santri
Dalam sebuah pertemuan yang penuh kesolennitas di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, Yogyakarta, pada malam Sabtu, 4 November 2023, calon Wakil Presiden dari Ganjar Pranowo, Mahfud Md, memimpin sesi doa yang tulus untuk rakyat Palestina. Acara ini mengumpulkan ribuan santri (siswa Islam) dan para pimpinan pondok pesantren.
Mahfud Md menjadi pusat perhatian untuk memimpin doa, memohon campur tangan dan dukungan Ilahi untuk komunitas Muslim di Palestina. Kata-katanya penuh dengan ketulusan saat ia memohon,
“Ya Allah, muliakan dan tinggikanlah islam dan kaum muslimin. Ya Allah, berilah pertolongan kepada kaum muslimin dan mujahidin di Palestina. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah mereka,” ujar Mahfud.
Sebelum melantunkan doa, Mahfud menyampaikan sikap Indonesia yang tegas terkait konflik yang tengah berlangsung.
Ia menyatakan bahwa negara ini mengutuk keras kekerasan yang terjadi di Gaza, Palestina, yang dilakukan oleh Israel, sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Indonesia dan komitmennya terhadap perdamaian dunia.
“Selaras dengan prinsip-prinsip dan tujuan negara Indonesia, yang menjunjung perdamaian dunia, rakyat dan pemerintah Indonesia dengan tegas mengutuk kekerasan dan pembantaian di Gaza, Palestina, yang dilakukan oleh Israel,” tegasnya.
Mahfud menekankan bahwa dukungan Indonesia yang teguh terhadap Palestina sudah dimulai sejak era Presiden pertama negara ini, Soekarno. Ia menekankan bahwa komitmen ini telah berlanjut seiring berjalannya waktu dan masih menjadi bagian mendasar dari kebijakan luar negeri Indonesia.
“Pada Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, Presiden Soekarno dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel hingga Palestina merdeka. Sikap teguh ini tetap berlangsung hingga saat ini,” jelasnya.
Sesi doa dan kata-kata penuh gairah dari Mahfud menjadi pengingat kuat akan komitmen tak tergoyahkan Indonesia terhadap perjuangan Palestina, yang mencerminkan dedikasi negara ini dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan global, sejalan dengan sikap sejarahnya dalam isu penting ini.
- Penulis: Ari arjuno


Saat ini belum ada komentar