
Perkembangan Sekolah di Masa Kolonial
Setelah pendirian sekolah pertama di Ambon, sistem pendidikan mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki kepentingan ekonomi dan politik bagi Belanda.
Beberapa sekolah yang kemudian didirikan antara lain:
- Seminari di Pulau Banda (1620-an) – Sebagai pusat pendidikan agama Kristen.
- Sekolah di Batavia (Jakarta) pada abad ke-17 – Mengajarkan anak-anak Belanda dan kaum elite pribumi.
- Sekolah Kweekschool (sekolah guru) pada abad ke-19 – Untuk melatih guru-guru pribumi.
- Ethische Politiek (Politik Etis) pada awal abad ke-20 – Mendorong pendidikan bagi pribumi melalui sekolah seperti HIS (Hollandsch-Inlandsche School), MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), dan AMS (Algemeene Middelbare School).
Dampak Pendidikan Kolonial
Pendirian sekolah pertama dan perkembangan sistem pendidikan oleh Belanda memberikan dampak besar terhadap masyarakat Indonesia, di antaranya:
- Munculnya kaum terpelajar pribumi, seperti R.A. Kartini, Ki Hajar Dewantara, dan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
- Meningkatnya kesadaran nasionalisme yang kemudian mendorong pergerakan menuju kemerdekaan.
- Terbentuknya sistem pendidikan modern yang menjadi dasar sistem pendidikan nasional setelah Indonesia merdeka.
Kesimpulan
Sekolah pertama di Indonesia, yang didirikan di Ambon pada 1607 oleh VOC, menjadi titik awal perkembangan sistem pendidikan di tanah air.
Meskipun awalnya bertujuan untuk kepentingan kolonial, keberadaan sekolah-sekolah tersebut kemudian membuka jalan bagi pendidikan bagi kaum pribumi dan mempengaruhi perjalanan
sejarah bangsa Indonesia.
Dari sinilah, sistem pendidikan terus berkembang hingga saat ini dengan berbagai transformasi yang terjadi di setiap zaman.***









Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.