Editorial: Hari Kebangkitan Nasional 2025 “Bangsa Ini Harus Bangkit, Bukan Sekadar Mengenang”

  • Bagikan
Editorial: Hari Kebangkitan Nasional 2025

Indo1.id – Setiap tahun, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Namun tiap kali pula muncul pertanyaan lama yang belum terjawab: Apakah bangsa ini sungguh sudah bangkit? Atau kita hanya nyaman dalam upacara dan retorika?

Boedi Oetomo berdiri pada 20 Mei 1908 bukan untuk dikenang, tetapi untuk diteruskan. Ia lahir dari kegelisahan intelektual yang sadar: kemerdekaan hanya bisa dicapai jika bangsa ini bersatu, berpendidikan, dan bergerak.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Kawasan Pasifik Selatan! Picu Tsunami?

Di tengah keterbatasan, para pemuda saat itu mampu menyalakan api kesadaran nasional yang menyatukan perbedaan.

Namun 117 tahun kemudian, api itu terasa meredup. Kita menghadapi penjajahan bentuk baru: kemiskinan struktural, intoleransi yang dibungkus dalil, krisis keadaban digital, dan ketimpangan sosial yang dibiarkan menjadi kebiasaan.

Di mana letak kebangkitan ketika hoaks lebih dipercaya daripada data? Ketika pendidikan dibatasi pada nilai ujian, bukan nilai hidup? Ketika suara rakyat masih kalah dengan kepentingan politik?

Baca Juga :  Gempa 4.0 Magnitudo Getarkan Bandung Hari ini

Kebangkitan hari ini adalah keberanian untuk memperbaiki. Untuk berkata tidak pada pembiaran.

Untuk melihat kemajuan bukan dari pencitraan, tetapi dari kesejahteraan nyata rakyat kecil. Bangkit berarti mengangkat martabat semua, bukan hanya sebagian.

Jangan jadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momen nostalgia.

Jadikan ia sebagai teguran: bahwa kita belum selesai dengan pekerjaan rumah besar bernama Indonesia. Karena bangsa ini bukan milik masa lalu, tetapi tanggung jawab masa depan.

Baca Juga :  Pembukaan COP29 Azerbaijan: PLN Galang Kolaborasi Global untuk Transisi Energi Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan

Bangkitlah, Indonesia. Tapi kali ini, sungguh-sungguh.!!***

  • Bagikan