Film Horor Lobang Buaya Karya Hanung Bramantyo Tayang 1 Oktober 2026, Angkat Misteri Pembunuhan Berantai
- account_circle Indriana
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
- print Cetak

Film Horor Lobang Buaya Karya Hanung Bramantyo Tayang 1 Oktober 2026
Indo1.id – Film horor terbaru garapan sutradara Hanung Bramantyo, Lobang Buaya, semakin mendekati jadwal penayangannya di bioskop Indonesia.
Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut dijadwalkan tayang mulai 1 Oktober 2026.
Menjelang penayangan, tim produksi telah merilis official trailer dan final poster pada Jumat (28/8/2026).
Materi promosi tersebut memperlihatkan atmosfer gelap dan mencekam yang menjadi kekuatan utama film.
Lobang Buaya membawa penonton ke Indonesia pada 1964 melalui cerita mengenai misteri pembunuhan berantai yang terjadi secara rutin setiap tanggal 30.
Tangan Misterius Jadi Visual Utama Poster
Final poster Lobang Buaya menampilkan visual yang cukup mengerikan. Terlihat sebuah tangan misterius menembus punggung seorang perempuan yang memiliki lubang pada bagian tubuhnya.
Visual tersebut memperkuat nuansa horor sekaligus misteri yang ditawarkan film.
Sementara dalam trailer, penonton diperkenalkan dengan sosok Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang mendapat tugas untuk mengungkap misteri di balik serangkaian pembunuhan.
Pembunuhan tersebut memiliki pola yang mengerikan karena selalu terjadi pada tanggal 30.
Penyelidikan Letnan Soegeng kemudian membawanya ke Desa Lobang Buaya, tempat berbagai kejadian misterius mulai terungkap.
Tayang 1 Oktober, Berdekatan dengan Momen G30S
Jadwal penayangan Lobang Buaya pada 1 Oktober 2026 menarik perhatian karena berdekatan dengan momen peringatan peristiwa G30S.
Namun, Hanung Bramantyo menegaskan bahwa pemilihan tanggal tersebut bukan permintaan khusus dari dirinya maupun tim produksi.
Hanung mengungkapkan bahwa jadwal tersebut justru ditawarkan oleh pihak jaringan bioskop.
“Saya tidak minta tanggal tayang khusus sebetulnya untuk film ini.
Tiba-tiba dikasih sama XXI, ‘Mas 1 Oktober bagaimana?’ Saya bilang oke,” ujar Hanung dalam konferensi pers di XXI Senayan City, Jumat (28/8/2026).
Menurut pihak Adhya Pictures, jadwal tayang film mengalami beberapa kali perubahan karena Lobang Buaya mendapatkan kesempatan mengikuti festival film internasional.
Film tersebut sebelumnya dijadwalkan tayang pada pertengahan tahun. Namun, keikutsertaannya dalam sejumlah festival membuat jadwal bioskop akhirnya bergeser hingga 1 Oktober.
Sempat Tayang di Festival Film Internasional
Sebelum bertemu penonton Indonesia, Lobang Buaya telah mendapat kesempatan tampil di dua festival film internasional.
Film tersebut mengikuti International Film Festival Rotterdam pada Februari 2026 dan kemudian tampil di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) pada Juli 2026.
Keikutsertaan dalam dua festival tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi film garapan Hanung Bramantyo.
Bahkan, Hanung mengaku cukup terkejut ketika mendapatkan undangan dari Festival Film Rotterdam.
Sebelumnya, karya Hanung lainnya, Gowok: Kamasutra Jawa, juga pernah tampil dalam festival tersebut.
Kesempatan berikutnya datang dari BIFAN. Pihak festival bahkan menyebut Lobang Buaya memiliki perspektif yang dianggap berbeda.
“Pihak BIFAN bilang saya suka sekali sama film kamu, sepertinya ini ada perspektif baru dari film kamu,” kata Hanung.
Hanung: Lobang Buaya Bukan Film tentang G30S/PKI
Meski menggunakan latar Indonesia tahun 1964 dan akan tayang pada 1 Oktober, Hanung menegaskan bahwa Lobang Buaya bukan film tentang G30S/PKI.
Film ini memiliki cerita fiksi bergenre horor yang berpusat pada misteri pembunuhan berantai dan penyelidikan Letnan Soegeng.
Karena itu, penonton tidak perlu menganggap film tersebut sebagai film sejarah mengenai peristiwa G30S.
Hanung juga meminta penonton memahami bahwa latar waktu dalam film digunakan sebagai bagian dari dunia cerita dan atmosfer yang ingin dibangun.
Menggabungkan Horor dan Misteri Sejarah
Salah satu daya tarik Lobang Buaya adalah cara Hanung menggabungkan elemen horor dengan latar Indonesia pada masa yang penuh ketegangan.
Cerita tidak hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan, tetapi juga membangun rasa penasaran melalui misteri pembunuhan yang terjadi secara berulang.
Pertanyaan mengenai siapa pelaku pembunuhan, mengapa korban selalu muncul pada tanggal tertentu, serta apa yang sebenarnya terjadi di Desa Lobang Buaya menjadi bagian dari misteri yang harus dipecahkan.
Keberadaan Letnan Soegeng menjadi pintu masuk penonton untuk mengikuti penyelidikan tersebut.
Siap Menguji Nyali Penonton Indonesia
Dengan atmosfer gelap, misteri pembunuhan berantai, latar Indonesia tahun 1964, serta keterlibatannya dalam festival internasional, Lobang Buaya menjadi salah satu film horor Indonesia yang menarik untuk dinantikan pada Oktober 2026.
Terlebih lagi, jadwal tayangnya yang bertepatan dengan awal Oktober membuat film ini berpotensi menjadi bahan perbincangan publik.
Namun satu hal yang perlu digarisbawahi, Lobang Buaya bukan film tentang G30S/PKI.
Film ini menawarkan cerita horor dan misteri dengan latar sejarah sebagai bagian dari dunia ceritanya.
Penonton dapat menyaksikan langsung teror Desa Lobang Buaya mulai 1 Oktober 2026 di bioskop Indonesia.***
- Penulis: Indriana

