Tanpa Diotopsi Jenazah Mirna Salihin Membiru saat Meninggal, dr. Djaja Surya Atmadja Yakin Bukan Karena Racun Sianida
- account_circle Sekti Leksono
- calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
- print Cetak

Potret dr. Djaja Surya Atmadja yang kala itu memeriksa jenazah Mirna Salihin di RSCM Jakarta (foto: tangkapan layar Netflix)
Indo1.id – Setelah film dokumenter Netflix berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang, banyak masyarakat yang tak setuju dengan vonis hakim.
Kini banyak publik beranggapan bahwa kematian Mirna Salihin mungkin bukan karena racun sianida.
Diketahui, dr. Djaja Surya Atmadja selaku ahli forensik sekaligus dosen UI juga menyatakan hal senada, sebagaimana disampaikan di kanal YouTube dr. Richard Lee. Sebagaimana diketahui, Edi Darmawan Salihin awalnya menolak keras jasad Mirna Salihin untuk diotopsi.
Namun 3 hari kemudian, keluarga Mirna Salihin berubah pikiran dan mengizinkan jasad putri Edi Darmawan tersebut untuk diotopsi oleh dr. Djaja Surya Atmadja.
Saat akan dilakukan otopsi, pihak keluarga Mirna berubah pikiran lagi.
Akhirnya diputuskan bahwa jasad Mirna hanya boleh diambil sampel berupa isi lambung, darah, hati, dan urine.
Bukti lain bahwa Mirna Salihin tidak meninggal karena sianida lantaran tidak ada tiosanat di dalam hati, darah, dan urine.
“Salah satu tanda bahwa dia sudah kemasukan sianida adalah ada tiosianat di dalam hati, di dalam darah dan urine, dan pas diperiksa di air liur juga harusnya ada, tapi itu tidak ada,” sambungnya.
Tak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa wajah Mirna berwarna biru.
Sementara, jika keracunan sianida, harusnya jasad korban berwarna merah terang.
“Saya lihat mukanya, salah satu tanda utama orang keracunan sianida adalah bikin mukanya merah terang, lebam mayatnya merah terang, ini lebam mayatnya biru, mukanya biru, semuanya biru jadi nggak cocok,” ujar dr. Djadja.
Ia menjelaskan bahwa kadar sianida yang mematikan jika dikonsumsi itu antara 150 mg hingga 250 mg, sedangkan dalam tubuh Mirna tidak sebanyak itu.
“Nah sekarang soal kadar, yang lethal dose itu dosisnya kalau dimakan tuh 50 persen orang pasti mati, itu antara 150 sampai 250 mg,” kata dia.
Sehingga, disimpulkan bahwa kematian Mirna Salihin bukan karena racun sianida sebagaimana diyakini publik.
Adapun penyebab asli kematian Mirna, dr. Djadja tak bisa memastikan karena jasad putri Edi Darmawan tersebut tidak diotopsi.
- Penulis: Sekti Leksono


Saat ini belum ada komentar