Pilihan Metode Keluarga Berencana: Memahami KB Alami dan Efek Samping KB Suntik
- account_circle M Effendi
- calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
- print Cetak

Ilustrasi KB Suntik. (Foto: Freepik)
Indo1.id – Memilih untuk memiliki anak sesuai rencana adalah harapan banyak orang.
Anak merupakan anugerah yang tak ternilai, namun jika kehadiran mereka dapat direncanakan, mengapa tidak melakukannya?
Untuk membantu mengatur jumlah anak sesuai dengan kemampuan dan keinginan keluarga, pemerintah mendorong program Keluarga Berencana (KB).
Program KB ini menganjurkan setiap keluarga untuk menggunakan alat kontrasepsi.
Meskipun ada beragam jenis alat kontrasepsi, umumnya banyak yang bersifat hormonal dan mempengaruhi hormon penggunanya. Sebagai contoh, KB suntik untuk wanita adalah salah satu jenisnya.
Menurut laporan dari Halodoc pada Kamis (20/7/2023), penggunaan KB suntik dapat menimbulkan efek samping seperti perubahan siklus menstruasi, kenaikan berat badan, penurunan gairah seksual, pusing, nyeri payudara, munculnya jerawat, dan penurunan kepadatan tulang.
Meskipun gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap individu, namun beberapa efek samping tersebut mungkin muncul pada beberapa pengguna.
Bagi beberapa orang, efek samping ini mungkin menjadi alasan enggan menggunakan alat kontrasepsi.
Untungnya, ada pilihan lain dengan mengadopsi metode Keluarga Berencana alami.
Parentalk id melaporkan pada Kamis (20/7/2023) bahwa terdapat tiga metode KB alami yang dapat digunakan untuk menghindari kehamilan.
Berikut penjelasannya:
1. Hindari Masa Subur:
Hindari berhubungan seksual di masa subur, karena selama masa ini, sperma memiliki lebih banyak peluang untuk membuahi sel telur.
Penting bagi wanita untuk mengetahui kapan masa subur mereka, yang biasanya berlangsung selama 7 hari di antara periode menstruasi.
2. Memberi ASI Eksklusif:
ASI eksklusif bisa mencegah kehamilan pada ibu menyusui karena dapat menghambat menstruasi dan ovulasi.
Namun, setelah menstruasi kembali setelah melahirkan, perlu lebih berhati-hati.
3. Metode Senggama Terputus:
Metode ini melibatkan penarikan penis sebelum ejakulasi terjadi.
Meskipun dianggap lebih aman daripada alat kontrasepsi karena hampir tidak ada efek samping, metode ini memerlukan kendali diri dari pria untuk memastikan penis ditarik tepat waktu guna mencegah pembuahan.
Meskipun metode KB alami memiliki keunggulan karena hampir tanpa efek samping, namun keefektifannya tidak mencapai 100% dalam mencegah kehamilan.
Beberapa celah tetap dapat memungkinkan terjadinya pembuahan, seperti kesalahan dalam menghitung masa subur.
Oleh karena itu, bijaksanalah bagi pasangan untuk memilih metode KB yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan mereka.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar