Kayu Pamrih dan Ringin Sepuh: Kayu Bertuah dalam Mitos Jawa
- account_circle M Effendi
- calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
- print Cetak

Ringin sepuh. (Foto Facebook Natsir Dabay)
Indo1.id – Dalam tradisi Jawa yang kaya akan mitos dan kepercayaan, terdapat dua benda alam yang diyakini memiliki kekuatan gaib: Kayu Pamrih dan Ringin Sepuh.
Kedua benda ini mengandung warisan budaya dan legenda yang kuat, memberikan harapan akan kepangkatan, kewibawaan, dan keselamatan bagi mereka yang mempercayainya.
Kayu Pamrih:
Dikatakan bahwa Kayu Pamrih berasal dari pohon Pamrih yang tumbuh di bekas pertapaan Sri Sultan Hamengku Buwono I di Beton Kampung Sewu, tepi Bengawan Solo, Surakarta. Menurut legenda, di bawah pohon ini Sultan Hamengku Buwono I mendapatkan bisikan gaib yang mengilhaminya untuk melawan Kompeni Belanda.
Kayu Pamrih diyakini memiliki tuah kepangkatan, kewibawaan, dan keberanian, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang berkecimpung di pemerintahan.
Ringin Sepuh:
Di kota Gede, Yogyakarta, terdapat pohon yang dikenal sebagai “Ringin Sepuh” atau “Waringin Tuwo.” Pohon ini tumbuh di halaman makam raja-raja Mataram.
Dalam kepercayaan masyarakat, pohon ini memiliki kekuatan gaib, terutama dalam daunnya yang jatuh dengan pola khusus, “mlumah kurep.” Daun-daun ini ditempatkan dalam kantong kain putih kecil dan digunakan sebagai zimat keselamatan.
Bahkan, beberapa orang mujur bisa mendapatkan cabang pohon Ringin Sepuh yang jatuh, yang diyakini membawa tuah keselamatan, kewibawaan, dan derajat kepangkatan.
Selama zaman dulu, hampir semua warga Yogyakarta yang akan merantau atau berperang membawa bungkusan daun Ringin Sepuh.
Ini diyakini akan membawa mereka kembali dalam keadaan selamat dari berbagai bahaya.
Meskipun pandangan ini mungkin terlihat sebagai mitos, mereka mencerminkan nilai budaya dan spiritual yang mendalam dalam masyarakat Jawa.
Kayu Pamrih dan Ringin Sepuh tetap menjadi simbol kekuatan dan harapan bagi banyak orang di wilayah tersebut.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar