Pramono Anung Akui Pernah Tolak Tawaran Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
- account_circle Ari arjuno
- calendar_month Senin, 25 Nov 2024
- print Cetak

Pramono Anung ( Foto: Gesuridotid)
Indo1.id – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 sekaligus politisi PDI Perjuangan, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat tawaran untuk kembali menjadi menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Tawaran tersebut, menurut Pramono, datang ketika ia ditugaskan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk menyampaikan pesan kepada Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada pertengahan Oktober.
Saat itu, Prabowo memang sedang memanggil sejumlah tokoh dan elite politik yang dipertimbangkan untuk masuk dalam jajaran kabinetnya.
“Kalau tawaran itu kan gini, saya kebetulan yang diutus, ditugasi Ibu Mega untuk menyampaikan pesan-pesannya kepada Pak Prabowo. Memang ada diskusi tentang itu,” kata Pramono dalam Podcast What The Fact! Politics, Jumat (22/11), seperti dikutip CNN Indonesia.
Namun, Pramono menolak tawaran tersebut. Ia menilai regenerasi di jajaran menteri merupakan hal yang penting dan merasa posisinya sudah saatnya digantikan oleh tokoh lain.
“Saya kan memang sudah menganggap bahwa regenerasi penting juga di tingkat menteri. Lebih baik yang lain. Tapi memang permintaan itu ada,” tutur Pramono.
Pramono, yang telah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengaku ingin pensiun dari jabatan publik.
Jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia juga hanya berniat menjabat satu periode saja.
“Saya jadi pejabat sudah 25 tahun. Kalau tambah lima tahun (di Jakarta), ini 30 tahun. Sudah cukuplah. Orang itu harus tahu kapan harus turun untuk dirinya sendiri. Saya sudah pengin bermain sama cucu saya,” tuturnya menutup.
- Penulis: Ari arjuno

