Mitos dan Asal-Usul Larangan Memakai Baju Hijau di Pantai Selatan
- account_circle Ari arjuno
- calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
- print Cetak

Mitos dan Asal-Usul Larangan Memakai Baju Hijau di Pantai Selatan ( Ilustrasi aa/id )
Indo1.id – Pantai Selatan Jawa dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena berbagai mitos dan legenda yang mengitarinya.
Salah satu mitos yang paling terkenal adalah larangan memakai baju hijau di kawasan Pantai Selatan.
Kepercayaan ini telah ada sejak lama dan masih dipegang oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.
Lantas, apa sebenarnya asal-usul mitos ini, dan bagaimana pandangan modern terhadapnya?
Asal-Usul Mitos Baju Hijau
Mitos ini erat kaitannya dengan legenda Nyi Roro Kidul, sosok penguasa Laut Selatan dalam kepercayaan masyarakat Jawa.
Nyi Roro Kidul sering digambarkan sebagai ratu yang mengenakan pakaian hijau dan bersemayam di kedalaman Samudra Hindia.
Konon, warna hijau adalah warna kesayangan sang ratu, dan mereka yang mengenakan pakaian berwarna hijau di Pantai Selatan berisiko “diambil” oleh penguasa laut sebagai abdi atau pengikutnya.
Beberapa cerita rakyat menyebutkan bahwa orang-orang yang mengenakan baju hijau lebih rentan terseret ombak, sebagai bentuk panggilan dari Nyi Roro Kidul.
Kepercayaan ini semakin kuat karena banyaknya kasus wisatawan yang tenggelam di pantai-pantai selatan, meskipun alasan ilmiahnya lebih berkaitan dengan ombak besar dan arus bawah laut yang kuat.
Perspektif Budaya dan Kepercayaan Lokal
Dalam budaya Jawa, pantai selatan dianggap sebagai kawasan sakral yang dihormati.
Banyak ritual adat yang dilakukan di sepanjang pesisir selatan, seperti Labuhan, yaitu persembahan kepada Nyi Roro Kidul sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keselamatan.
Larangan memakai baju hijau pun menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Selain itu, beberapa dukun dan sesepuh adat masih mempercayai bahwa mengenakan baju hijau bisa mengundang energi mistis yang tidak diinginkan.
Mitos ini pun tetap hidup di masyarakat dan sering kali diteruskan kepada generasi muda sebagai bentuk pengingat agar tetap berhati-hati saat berkunjung ke Pantai Selatan.
Penjelasan Ilmiah dan Perspektif Modern
Dari sudut pandang ilmiah, tidak ada bukti konkret yang menghubungkan warna pakaian dengan kejadian tenggelam di laut.
Namun, beberapa ahli percaya bahwa mitos ini mungkin berkembang sebagai cara masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya alam.
Secara praktis, warna hijau bisa saja memiliki hubungan dengan faktor keamanan di laut.
Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa warna hijau mudah tersamarkan dengan warna air laut dan gelombang, sehingga seseorang yang jatuh ke air lebih sulit ditemukan oleh tim penyelamat.
Di era modern, banyak wisatawan yang tetap mengenakan pakaian hijau di Pantai Selatan tanpa mengalami kejadian mistis.
Meski demikian, sebagian masyarakat masih memilih untuk menghormati kepercayaan ini, baik karena faktor budaya maupun sekadar untuk menghindari potensi bahaya yang tidak diinginkan.
Kesimpulan
Mitos larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan merupakan salah satu kepercayaan yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Jawa.
Meskipun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, kepercayaan ini tetap hidup karena legenda Nyi Roro Kidul dan berbagai kejadian yang dianggap sebagai bukti kebenarannya.
Dalam perspektif modern, larangan ini bisa dilihat sebagai bagian dari kearifan lokal yang mengajarkan kehati-hatian saat berada di kawasan pantai yang berombak besar.
Apakah mitos ini benar adanya atau sekadar cerita rakyat, keputusan untuk mempercayainya tetap kembali kepada masing-masing individu.***
- Penulis: Ari arjuno

