Donald Trump: Semua Tentara AS Selamat dari Rudal Iran
- account_circle Sekti Leksono
- calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
- print Cetak

Rudal Iran serang pangkalan militer AS di Irak
Indo1 _ Internasional – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan jika seluruh tentara mereka selamat dari serangan rudal dan roket yang diluncurkan Iran sejak Selasa malam hingga Rabu pagi kemarin.
Iran melakukan serangan terhadap basis pasukan AS di Irak dengan sejumlah rudal dan roket sebagai aksi balasan atas kematian salah satu perwira tinggi militernya Mayor Jenderal Qasem Soleimani.
“Semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan kecil yang terjadi di pangkalan militer kami. Pasukan kami hebat, dan siap untuk apa pun,” kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu 8 januari 2010 waktu setempat, seperti dikutip dari AFP.
Menurut Trump, serangan yang sia-sia ke pangkalan AS itu akan membuat Iran mundur.
“Iran tampaknya mundur, ini baik untuk semua pihak yang berkepentingan dan hal yang sangat baik bagi dunia. Tidak ada nyawa Amerika atau Irak yang hilang,” katanya.
Trump mengaku akan segera memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Namun dia belum mengungkapkan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Iran. AS sampai saat ini masih menimbang sanksi seperti apa yang akan diberlakukan.
Pernyataan Trump tersebut merupakan bantahan dari klaim Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang menyebutkan jika 80 tentara AS telah tewas dalam serangan rudal di Irak pada Rabu dini hari kemarin.
Iran meluncurkan belasan rudal dan sejumlah roket ke dua pangkalan militer AS di Irak, Ain al-Asad dan di Erbil.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengungkapkan bahwa serangan itu merupakan tindakan proporsional sebagai bentuk membela diri.
Namu akibat serangan yang dilancarkan Iran menghasilkan kecaman dari beberapa pemimpin dunia. Salah satunya Pemerintah Jerman yang meminta Iran menghentikan serangan rudal ke pangkalan militer yang berada di Irak. Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert mengatakan Iran dan AS perlu saling menahan diri demi mengakhiri konflik.
Sementara itu pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut serangan itu hanya sebagai tamparan di wajah AS, sedangkan aksi balas dendam atas pembunuhan Jenderal Soleimani belum tiba saatnya. (eh/i1**) seumber berita CNN
- Penulis: Sekti Leksono


Saat ini belum ada komentar