Sah Jadi Ketum PSSI, ini Yang akan dilakukan Erick Thohir, Simak!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 17 Feb 2023
- print Cetak

Sah Jadi Ketum PSSI, ini Yang akan dilakukan Erick Thohir, Simak!
Indo1.id || Berita – Erick Thohir resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) 2023-2027 berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa yang digelar di Jakarta.
Saat melakukan konferensi persnya, Erick berjanji untuk “membangun sepak bola bersih dan berprestasi”.
“Saya berharap ini [sepak bola bersih] menjadi tujuan utama, baru kita bicara prestasi. Tidak mungkin bicara prestasi tapi sepak bola tidak bersih,” tutur Erick kepada awak media.
Kemudian dia menjelakan beberapa atau salah satu “tugas terberat” sebagai Ketum PSSI, kata dia, adalah penyelenggaraan Piala Dunia U-20, mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelalatan tersebut dalam 94 hari mendatang.
“Ini kita pertaruhkan, 94 hari lagi. Tentu untuk tim nasional saya akan berbicara pada pelatih dan pemain apa yang bisa kita support untuk mereka, mereka berikan yang terbaik. Tidak mudah, tapi kita coba berikan yang terbaik,” jelas Erick.
Erick menyatakan akan mengadakan “sarasehan sepak bola” dalam dua minggu ke depan yang melibatkan seluruh pihak dari Liga 1, Liga 2, Liga 3, tim nasional, perwasitan, kepelatihan, dan lain-lain.
“Di situ saya akan melempar garis besar visi-misi yang kita sepakati bersama, bukan visi-misi saya, tapi visi-misi Liga 1 apa, visi misi tim nasional apa, visi-misi perwasitan apa,” lanjut Erick.
Erick menginformasikan akan menggelar konferensi pers pada 19 Februari yang akan dihadari oleh perwakilan FIFA dan “salah satunya akan membahas mengenai pengaturan skor, Nanti kita coba tawarkan aturan, siapa yang main kita sepakati, tunggu tanggal 19,” kata Erick.
Di sisi lain, Erick Thohir juga membuka peluang untuk mengubah Statuta PSSI. Salah satu contohnya, adalah terkait dengan keterwakilan perempuan dalam kepengurusan PSSI.
“Contoh, kalau tadi lihat salah satu pemilihan Exco minimal satu perempuan. Peraturan dunia internasional olahraga, itu 30% perempuan. Artinya apa? Ada yang harus kita perbaiki.”
“Itu contoh salah satu yang saya usulkan, bahwa keterwakilan perempuan di dunia sepak bola serta di manajemen sepak bola 20 sampai 25%, bukan hanya satu. Wasit kenapa tidak kita coba wasit perempuan juga?” jelas Erick.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar