Ini Alasan Mengapa Kehidupan Anak Kos Tak Selalu Memprihatinkan

  • Bagikan
πΌπ‘™π‘’π‘ π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘– π‘˜π‘’β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘œπ‘ π‘‘ . (π·π‘–π‘”π‘ π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘ π‘– π‘“π‘œπ‘‘π‘œ)

Indo1.id – Banyak yang beranggapan bahwa kehidupan anak kos merupakan hal yang memprihatinkan. Tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga secara psikologis.

Anak kos sering kali dikaitkan dengan gaya hidup hemat dan kerap mengalami rasa kangen pada rumah. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa kehidupan anak kos tidak selalu memprihatinkan. Mari kita simak lebih lanjut!

Pilihan yang diinginkan sendiri

Baca Juga :  Tempat Nongkrong untuk Malam Mingguan di Yogyakarta

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk tinggal kos-kosan. Alasan tersebut bisa berupa keperluan pendidikan, pekerjaan yang jauh, dan lain sebagainya.

Namun, terkadang ada juga yang memilih untuk tinggal terpisah dari orang tua sebagai keinginan mereka sendiri.

Tidak sedikit orang yang menginginkan hidup mandiri, sehingga tinggal kos-kosan telah menjadi pilihan mereka sejak mereka masih sekolah.

Baca Juga :  Betapa Pentingya Self Reward Di Kehidupan ini!, Dah Tahu Maksudnya?

Oleh karena itu, setelah mampu secara finansial, merasa sangat bahagia bisa hidup bebas dan membuat keputusan tanpa campur tangan keluarga.

Terlepas dari lingkungan yang beracun

Tidak selalu tempat tinggal sendiri menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni. Kadang-kadang, malah rumah menjadi sumber masalah dan stres karena lingkungannya yang tidak sehat.

Inilah mengapa menjadi anak kos dan terlepas dari lingkungan yang tidak sehat tersebut memberikan kebahagiaan secara psikologis. Setelah sekian lama, akhirnya bisa melepaskan diri dari sumber tekanan emosional.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan