Pingin Liburan Tapi Minim Anggaran?Yuk Simak Tips Backpacker ke Labuan Bajo!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
- print Cetak

Keindahan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. (Foto: instagram @tourlabuanbajo.id)
Indo1.id – Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Kota ini terletak di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Labuan Bajo menawarkan keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai, pulau-pulau, hingga taman nasional yang menjadi habitat komodo.
Tak heran jika banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang tertarik untuk berkunjung ke Labuan Bajo.
Namun, berwisata ke Labuan Bajo tidak harus mengeluarkan biaya yang mahal. Jika Anda ingin menikmati liburan dengan anggaran terbatas, Anda bisa mencoba backpacker ke Labuan Bajo.
Backpacker adalah gaya berwisata dengan membawa perlengkapan sendiri dan menghemat biaya sebisa mungkin. Dengan backpacker, Anda bisa lebih fleksibel dan leluasa dalam menjelajahi Labuan Bajo.
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk backpacker ke Labuan Bajo.
1. Pilih waktu yang tepat
Waktu yang tepat untuk backpacker ke Labuan Bajo adalah saat musim kemarau, yaitu antara bulan April hingga Oktober. Di waktu ini, cuaca lebih cerah dan kering, sehingga Anda bisa menikmati pemandangan alam dengan lebih baik.
Selain itu, Anda juga bisa menghindari risiko tertimpa hujan atau badai saat berada di laut.
Selain cuaca, Anda juga perlu memperhatikan musim liburan atau peak season. Saat peak season, harga tiket pesawat, penginapan, dan paket wisata akan meningkat drastis.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari berwisata ke Labuan Bajo saat peak season, yaitu antara bulan Juni hingga Agustus dan bulan Desember hingga Januari.
2. Cari tiket pesawat murah
Tiket pesawat merupakan salah satu komponen biaya yang cukup besar dalam backpacker ke Labuan Bajo. Untuk menghemat biaya tiket pesawat, Anda bisa mencari promo atau diskon dari maskapai penerbangan tertentu.
Anda juga bisa membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai sumber online, seperti traveloka.com, tiket.com, atau pegipegi.com.
Selain itu, Anda juga bisa mengkombinasikan perjalanan udara dan darat untuk mencapai Labuan Bajo. Misalnya, Anda bisa terbang dari Jakarta ke Lombok dengan maskapai low cost carrier (LCC), lalu melanjutkan perjalanan dengan bus dari Lombok ke Labuan Bajo. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 24 jam dan biayanya sekitar Rp 300.000-Rp 400.000 per orang.
3. Sewa penginapan murah
Penginapan juga merupakan komponen biaya yang cukup besar dalam backpacker ke Labuan Bajo. Untuk menghemat biaya penginapan, Anda bisa mencari homestay atau hostel yang menawarkan harga murah dan fasilitas cukup.
Anda bisa mencari informasi tentang penginapan murah di Labuan Bajo melalui internet atau aplikasi seperti airbnb.com atau booking.com.
Harga penginapan murah di Labuan Bajo berkisar antara Rp 100.000-Rp 200.000 per malam per orang. Jika Anda berwisata bersama teman atau kelompok, Anda bisa mendapatkan harga lebih murah dengan menyewa kamar bersama atau dormitory.
Selain itu, Anda juga bisa menawar harga penginapan dengan pemiliknya jika Anda menyewa untuk jangka waktu lama.
4. Buat itinerary sendiri
Itinerary adalah rencana perjalanan yang berisi tempat-tempat yang ingin dikunjungi dan aktivitas yang ingin dilakukan selama berwisata.
Dengan membuat itinerary sendiri, Anda bisa lebih leluasa dan hemat dalam menjelajahi Labuan Bajo sesuai dengan minat dan anggaran Anda.
Ada banyak tempat wisata menarik di Labuan Bajo yang bisa Anda kunjungi, seperti Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Kanawa, Pulau Kelor, Pink Beach, Gili Lawa Darat, Gili Lawa Laut, Manta Point, Batu Cermin Cave, Cunca Wulang Waterfall, dan masih banyak lagi.
Untuk membuat itinerary sendiri, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu tentang tempat-tempat wisata tersebut.
Anda perlu mengetahui lokasi, jarak, aksesibilitas, biaya masuk, fasilitas, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tempat wisata tersebut. Anda juga perlu memperhatikan waktu kunjungan dan durasi menginap di setiap tempat wisata.
5. Sewa kendaraan sendiri
Kendaraan adalah salah satu hal penting dalam backpacker ke Labuan Bajo. Dengan menyewa kendaraan sendiri, baik darat maupun laut, Anda bisa lebih bebas dan hemat dalam berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Untuk menjelajahi daratan Labuan Bajo, Anda bisa menyewa sepeda motor dengan harga sekitar Rp 75.000-Rp 100.000 per hari per unit. Dengan sepeda motor, Anda bisa mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Batu Cermin Cave atau Cunca Wulang Waterfall tanpa harus bergantung pada transportasi umum atau ojek.
Untuk menjelajahi pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo, Anda bisa menyewa kapal kayu atau speedboat dengan harga bervariasi tergantung dari ukuran kapal dan jumlah penumpangnya.
Harga sewa kapal kayu berkisar antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari per unit untuk kapasitas 10-15 orang. Harga sewa speedboat berkisar antara Rp 3 juta-Rp 5 juta per hari per unit untuk kapasitas 6-10 orang.
6. Ikuti paket open trip
Jika Anda merasa kesulitan atau malas untuk membuat itinerary dan menyewa kendaraan sendiri dalam backpacker ke Labuan Bajo, Anda bisa ikuti paket open trip yang ditawarkan oleh berbagai travel agent atau komunitas backpacker. Open trip adalah paket wisata bersama dengan orang-orang lain yang belum saling kenal sebelumnya.
Dengan ikut open trip, Anda tidak perlu repot-repot mengurus segala hal terkait perjalanan wisata Anda. Semua sudah disiapkan oleh penyelenggara open trip mulai dari tiket pesawat (opsional), penginapan (opsional), transportasi darat dan laut (termasuk bensin), makan (terbatas), tiket masuk objek wisata (terbatas), guide lokal (terbatas), hingga dokumentasi (terbatas).
Harga paket open trip bervariasi tergantung dari fasilitas dan durasi yang ditawarkan oleh penyelenggara open trip tersebut. Biasanya harga paket open trip berkisar antara Rp 1 juta-Rp 3 juta per orang untuk durasi 3-4 hari.
Nah, itulah beberapa tips untuk berlibur ala backpacker ke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. Liburan memang harus direncanakan dengan baik dan matang ya, supaya moment yang harusnya indah tidak jadi bencana. Selamat berlibur.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar