“Saya yakin hatinya juga sudah biru. Jadi oleh karena itulah kedekatan yang sudah kita miliki dengan beliau. Tentu sudah merupakan hal yang natural kita kemudian mendorong Pak Erick Thohir untuk bisa kita perjuangkan sebagai salah seorang cawapres di antara bakal capres yang ada,” kata Eddy.
Sementara itu, Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kemungkinan besar PAN akan berbeda dengan NasDem yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres. Ia mengatakan bahwa PAN masih membuka opsi untuk bertemu dengan partai lain, termasuk Gerindra yang merupakan pendukung Prabowo Subianto.
“Kemungkinan besar KIB akan berbeda dengan Nasdem,” kata Bima Arya usai menghadiri ‘Diskusi Budaya bersama Ganjar Pranowo’ di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/6/2023).
“Kita membuka semua opsi. Tapi yang sekarang kita lagi bahas kunjungan-kunjungan dengan teman-teman yang ada sekarang untuk kita tindaklanjuti. Dan kita tadi sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan dengan Partai Gerindra,” tambahnya.
Dengan demikian, PAN memberikan sinyal bahwa mereka tidak akan mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. PAN lebih cenderung untuk mendukung Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto sebagai capres, dengan kemungkinan Erick Thohir sebagai cawapres.








