Rawon Setan Embong Malang, Kuliner Legendaris Kesukaan Artis
- account_circle M Effendi
- calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
- print Cetak

πΌππ’π π‘πππ π πππ€ππ. (πππππππ πππ‘π)
Indo1.id – Dalam pembahasan mengenai rawon Surabaya, terdapat satu penjual rawon yang sangat terkenal dan legendaris bernama Rawon Setan.
Bagaimana rasanya? Mari kita simak ulasan berikut ini!
1. Pilihan Menu
Di sini, tersedia rawon campur yang artinya nasi telah dicampur dengan kuah rawon, dan juga rawon pisah yang terdiri dari porsi nasi dan kuah rawon yang terpisah.
Selain itu, pengunjung juga dapat memesan rawon dengan daging utuh atau dicampur dengan tetelan sesuai dengan keinginan.
Bagi pecinta makanan pedas, tersedia sambal rawon yang dapat meningkatkan selera makan.
Rasa sambalnya tidak terlalu pedas, namun cocok saat dicampur dengan kuah rawon.
Sebagai pelengkap, disediakan telur asin, berbagai jenis gorengan, dan kerupuk yang dapat dipilih sesuai keinginan.
Selain menu rawon, terdapat juga nasi pecel, nasi bali daging, nasi osek, dan nasi campur.
Resepnya telah dijaga sejak tahun 1952, yang menjadikan rasa Rawon Setan ini tak diragukan lagi.
Meskipun kuahnya pekat dan kaya rempah, tetap terasa segar.
Porsi daging yang disajikan juga melimpah, besar, dan empuk.
Tidak mengherankan bahwa rawon ini sering dikunjungi oleh artis dan pejabat.
2. Bukan Rawon yang Sangat Pedas
Meskipun bernama Rawon Setan, warung ini tidak menjual rawon yang terlalu pedas.
Konon, pada awalnya Rawon Setan buka di malam hari hingga dini hari, sehingga diberi nama Rawon Setan.
3. Lokasi
Rawon Setan ini memiliki lokasi yang mudah dijangkau karena terletak di pusat kota, tepatnya di Jl. Embong Malang No. 78/I, Genteng, Surabaya.
Lokasinya cukup dekat dengan daerah Tunjungan, sehingga jika Anda ingin berjalan-jalan ke sana, sebaiknya mampir ke Rawon Setan ini juga.
Warung ini buka mulai pukul 08.00 hingga 16.30 pada hari Rabu hingga Sabtu, dan pukul 08.00 hingga 23.00 pada hari Minggu dan Selasa.
Demikianlah ulasan mengenai Rawon Setan Embong Malang yang terkenal di Surabaya.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar