Inilah Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Ibadah Sunnah yang Dianjurkan Jelang Idul Adha
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
- print Cetak

Puasa Idul Adha banyak keutamaan (foto: pixabay)
Indo1.id – Puasa Dzulhijjah merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk melakukannya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Bulan ini merupakan bulan yang mulia dan memiliki banyak keistimewaan.
Salah satu keistimewaan bulan Dzulhijjah adalah di dalamnya terdapat hari-hari besar bagi umat Islam, yaitu hari Arafah (tanggal 9), hari raya Idul Adha (tanggal 10), dan hari-hari tasyrik (tanggal 11-13).
Selain itu, bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan yang Allah SWT sangat menyukai amal shalih yang dilakukan di dalamnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Tirmidzi).
Dari hadits tersebut, kita dapat mengetahui bahwa puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang luar biasa.
Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Dilipatgandakan pahala
Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Hal ini sebagaimana disebut dalam hadits Rasulullah SAW di atas.
2. Penghapusan dosa
Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil.
3. Hari pembebasan dari siksa neraka
Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?” (HR Muslim).
4. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Berpuasa pada bulan Dzulhijjah merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menunjukkan ketaatan kepada-Nya.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati” (QS Al-Hajj: 32).
5. Meniru sunnah Rasulullah SAW
Berpuasa pada bulan Dzulhijjah merupakan sunnah Rasulullah SAW yang patut untuk diteladani oleh umat Islam. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA:
“Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah” (HR Ahmad).
6. Menyambut Idul Adha dengan bersih
Berpuasa pada bulan Dzulhijjah juga merupakan cara untuk menyambut hari raya Idul Adha dengan bersih dari dosa dan noda. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang berpuasa pada hari Arafah, maka ia akan dibersihkan dari dosa-dosa dua tahun, yaitu tahun yang lalu dan tahun yang akan datang” (HR Muslim).
7. Menyempurnakan ibadah haji
Bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji, berpuasa pada hari Arafah merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan ibadah mereka.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Haji yang mabrur tidak ada balasannya selain surga. Dan haji yang mabrur adalah haji yang tidak ada rafats (perkataan kotor), fusuq (perbuatan dosa), dan jidal (berdebat) di dalamnya” (HR Bukhari dan Muslim).
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar