- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha, PLN Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk Ciracas

  • Bagikan
Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha, PLN Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk Ciracas

PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan pasokan listrik Jakarta jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, dengan melakukan pemeliharaan rutin Material Transmisi Utama (MTU).

PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gandul berhasil melakukan pemeliharaan rutin 2 tahunan pada Material Transmisi Utama (MTU) yang berada di Gas Insulated Switchgear (GIS) 150kV Ciracas, Jakarta Timur.

General Manager PLN UIT JBB, Didik Fauzi Dakhlan mengatakan, pekerjaan yang dilakukan oleh Tim Pemeliharaan dari Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Petukangan ini bertujuan untuk memastikan kondisi peralatan dalam kondisi baik sesuai dengan standar yang berlaku.

Ditambahkan Didik, pemeliharaan juga dapat memperpanjang umur peralatan dan mengurangi risiko terjadinya kegagalan atau kerusakan pada peralatan.

Baca Juga :  Jika HP Hilang, Bagaimana Nasib KTP Digital?

“Kami berupaya memberikan pasokan listrik yang berkualitas kepada para konsumen yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan melakukan pemeliharaan yang dilakukan rutin per 2 tahun,” kata Didik.

Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha, PLN Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk Ciracas

Didik Fauzi Dakhlan juga menjelaskan betapa pentingnya melakukan pemeliharaan rutin pada setiap MTU yang ada.

Karena sambung Didik, selain berguna untuk memelihara aset peralatan, juga untuk meminimalisir gangguan atau yang sering disebut anomali.

Baca Juga :  Aparat Keamanan Indonesia Serbu Organisasi Papua Merdeka (OPM)? Benarkah? Ini Kata Mahmud MD !

“Pencegahan gangguan sejak dini selalu kita lakukan melalui inspeksi dan pemeliharaan rutin. Pekerjaan ini merupakan salah satu upaya kami untuk melakukan deteksi dini sebelum terjadi anomali,” paparnya.

Didik juga memastikan pekerjaan yang berhasil diselesaikan dalam waktu 8 (delapan) jam tersebut dilakukan dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

  • Bagikan