Kerusuhan di Prancis Berkepanjangan, Ribuan Orang Ditangkap dan Ratusan Mobil Terbakar

  • Bagikan
Kerusuhan perancis (Foto:Stephanie Lecocq/Reuters)

Indo1.id -Prancis masih dilanda kerusuhan sejak hari Selasa (27/6/2023) setelah polisi menembak mati seorang remaja keturunan Aljazair berusia 17 tahun di Nanterre, pinggiran kota Paris.

Remaja tersebut bernama Nahel M. dan ditembak di dada dari jarak dekat saat polisi menghentikan mobilnya karena melanggar peraturan lalu lintas.

Insiden tersebut memicu kemarahan dan protes dari masyarakat, terutama di daerah-daerah yang dihuni oleh penduduk keturunan imigran.

Baca Juga :  Misteri Piramid Mesir, Bangunan Megah yang Penuh Teka-Teki

Banyak perusuh yang membakar mobil, menjarah toko, melempari polisi dengan batu dan kembang api, serta merusak fasilitas umum.

Kerusuhan ini menyebar ke berbagai kota di seluruh Prancis, seperti Paris, Marseille, Dijon, Lyon, dan Toulouse.

Pemerintah Prancis mengerahkan ribuan polisi dan kendaraan lapis baja untuk menghadapi massa.

Menteri dalam negeri Prancis Gérald Darmanin mengatakan kerusuhan mulai mereda pada malam keempat, dengan 471 orang yang ditangkap, dibandingkan 917 orang pada malam sebelumnya.

Baca Juga :  Cerita Patung Ratu Zenobia di Suriah, Simbol Perlawanan dan Kebanggaan!

Namun demikian, berbagai media melaporkan masih adanya kekacauan di beberapa kota, dengan banyak bangunan dan kendaraan dibakar dan toko-toko dijarah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan