Heboh Penemuan Spektakuler Patung Dewa Bersayap di Irak!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
- print Cetak

Penampakan Patung Dewa Bersayap di Irak. (Foto: france 24)
Indo1.id – Tim arkeolog Prancis berhasil menemukan patung dewa bersayap berusia 2.700 tahun di situs Khorsabad, Irak utara.
Patung ini merupakan salah satu dari beberapa patung yang menggambarkan Lamassu, dewa pelindung Kerajaan Asiria yang berpusat di Mesopotamia, Irak.
Patung ini memiliki berat 18 ton dan ukuran 3,8 x 3,9 meter. Patung ini ditemukan dalam kondisi utuh, kecuali bagian kepalanya yang hilang.
Lamassu adalah dewa yang memiliki tubuh seperti singa atau kerbau, sayap seperti burung, dan kepala seperti manusia.
Dewa ini melambangkan kekuatan, kebebasan, dan kecerdasan. Patung-patung Lamassu biasanya ditempatkan di pintu masuk kota atau istana untuk memberikan perlindungan dan kewibawaan.
Patung yang ditemukan di Khorsabad ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Sargon II, yang memerintah antara tahun 722-705 SM.
Raja ini mendirikan ibu kota Asiria baru di Khorsabad, yang sekarang berjarak 15 km dari kota modern Mosul.
Patung ini pertama kali disebutkan oleh arkeolog Prancis Victor Place pada abad ke-19, tetapi kemudian hilang jejaknya.
Patung ini diduga menjadi sasaran para penjarah yang memotong bagian kepalanya untuk dijual di pasar gelap.
Bagian kepalanya kemudian disita dari penyelundup pada tahun 1990-an dan sekarang disimpan di Museum Irak di Baghdad.
Sementara itu, bagian tubuhnya disembunyikan oleh penduduk desa Khorsabad pada tahun 2014, saat kelompok teroris ISIS menyerang wilayah tersebut.
Mereka berusaha menyelamatkan patung ini dari perusakan yang dilakukan oleh ISIS terhadap situs-situs arkeologi di Irak dan Suriah.
Tim arkeolog Prancis yang dipimpin oleh Pascal Butterlin melakukan penggalian di Khorsabad sejak tahun 2019, dengan dukungan dari UNESCO dan pemerintah Irak.
Mereka berhasil menemukan kembali patung ini pada bulan Oktober 2023, dalam keadaan yang mengejutkan.
“Saya belum pernah menemukan benda sebesar ini dalam hidup saya sebelumnya,” kata Butterlin. “Perhatian pada detailnya begitu menakjubkan. Ini adalah penemuan yang spektakuler dan berharga,” tambahnya.
Patung ini akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk dilakukan konservasi dan restorasi. Tim arkeolog berharap dapat menyatukan kembali bagian kepala dan tubuh patung ini, agar dapat dipamerkan secara utuh di Museum Irak.
Patung ini diharapkan dapat menjadi simbol sejarah dan budaya Irak yang kaya dan beragam, serta menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat Irak.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar