Selain menyelam, kami juga menjelajahi daratan Pulau Alor dan mengunjungi beberapa desa adat yang masih mempertahankan tradisi leluhurnya.
Terlihat apik rumah-rumah tradisional yang berbentuk piramida dan ditutupi dengan daun kelapa.
Kami juga melihat koleksi moko, yaitu alat musik perunggu yang mirip dengan gendang.
Moko adalah benda pusaka yang sangat berharga bagi masyarakat Alor. Moko dipercaya berasal dari Vietnam dan dibawa oleh pedagang-pedagang zaman dahulu.
Moko digunakan sebagai alat tukar dalam upacara adat, seperti pernikahan atau pemakaman.
Salah satu desa adat yang kami kunjungi adalah Takpala, yang berada di Kecamatan Lembur Barat, Alor Tengah Utara.
Di sana kami disambut dengan tarian adat dan musik bambu oleh warga setempat. Kami juga mencicipi makanan khas Alor, seperti jagung bakar, ikan asap, dan sayur daun kelor.
Kami sangat menikmati liburan kami di Alor. Kami merasa puas dengan keindahan bawah lautnya yang luar biasa dan budayanya yang memukau.
Kami juga merasa senang bisa bercengkrama bersama kawan-kawan kami dan mengenal lebih dekat masyarakat Alor yang ramah dan sopan.
Alor adalah destinasi wisata yang sangat direkomendasikan bagi para pecinta alam dan budaya.
Jika kamu ingin berkunjung ke sana, jangan lupa untuk membawa perlengkapan diving atau snorkeling sendiri atau menyewanya dari penginapan atau operator lokal.
Juga jangan lupa untuk menghormati adat istiadat setempat dan menjaga kebersihan lingkungan.








