Syekh Ibnu Atha’illah: Istirahatkan Dirimu Dari Kesibukan Mengatur Kebutuhan Duniamu!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
- print Cetak

Gambaran orang yang terlalu memikirkan dunia. (Foto: pixabay)
Indo1.id – Syekh Ibnu Atha’illah atau Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari adalah sosok ulama sufi terkemuka di dunia yang juga pengarang Kitab Al-Hikam.
Beliau lahir di Iskandariah (Mesir) pada 648 H/1250 M, dan meninggal di Kairo pada 1309 M.
Beliau adalah salah satu tokoh Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia dan di Indonesia.
Beliau juga menguasai ilmu fiqih Mazhab Maliki dan ilmu tasawuf. Beliau memiliki petuah dan nasihat-nasihat bijak yang berkontribusi dalam perkembangan ilmu tasawuf dalam dunia Islam.
Salah satu nasihat beliau yang terkenal adalah:
“Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengatur kebutuhan duniamu, karena sesungguhnya Dia yang mengurus kebutuhanmu lebih mengetahui apa yang bermanfaat bagimu daripada dirimu sendiri.” (Al-Hikam, 3)
Nasihat ini mengajarkan kita untuk berserah diri kepada Allah SWT dalam segala urusan kita, baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat.
Kita tidak perlu sibuk-sibuk mengatur kebutuhan kita sendiri, karena Allah SWT lah yang Maha Mengetahui apa yang baik dan buruk bagi kita.
Kita hanya perlu berusaha dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan kita, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Kita tidak perlu khawatir atau gelisah tentang apa yang akan terjadi, karena Allah SWT lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dengan berserah diri kepada Allah SWT, kita akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hati.
Kita akan terhindar dari stres dan kecemasan yang bisa merusak kesehatan jiwa dan raga kita.
Kita juga akan lebih mudah bersyukur atas nikmat-nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita.
Berserah diri kepada Allah SWT bukan berarti kita pasrah atau malas. Kita tetap harus berusaha dan beramal dengan ikhlas dan taqwa.
Kita tetap harus menjalankan kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba Allah SWT dan sebagai makhluk sosial.
Kita tetap harus berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT dalam setiap urusan kita.
Namun, kita tidak boleh terlalu terikat atau bergantung pada hasil usaha atau amal kita. Kita tidak boleh sombong atau merasa berhak atas apa yang kita dapatkan.
Kita tidak boleh lupa atau ingkar kepada Allah SWT yang telah memberikan segala sesuatu kepada kita.
Kita harus menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah pinjaman dari Allah SWT.
Kita harus menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah sementara dan fana.
Kita harus menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, kita harus istirahatkan diri dari kesibukan mengatur kebutuhan dunia kita, dan lebih fokus pada kebutuhan akhirat kita.
Kita harus istirahatkan diri dari kesibukan mengejar dunia, dan lebih giat mengejar ridha Allah SWT.
Kita harus istirahatkan diri dari kesibukan menyenangkan diri sendiri, dan lebih berusaha menyenangkan Allah SWT.
Semoga nasihat Syekh Ibnu Atha’illah ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk menjadi hamba Allah SWT yang lebih baik.
Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar