Acara Larung Sesaji Dan Risalah Doa Warnai Tradisi Bulan Muharam Di Telaga Ngebel Ponorogo !
- account_circle Sekti Leksono
- calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
- print Cetak

Prosesi ritual Larung sesaji dan Risalah Doa sudah menjadi tradisi di Telaga Ngebel Ponorogo saat sambut bulan syuro atau 1 Muharam (foto: Istimewa)
Indo1.id – Rangkaian acara satu persatu Grebeg Suro 2023 di Ponorogo terlaksana dengan lancar.
Larung Sesaji dan Risalah Doa digelar tepat pada tanggal 1 Muharam di Telaga Ngebel, Rabu (19/7/2023).
Bupati Sugiri Sancoko bersama Susilowati, istrinya, Wakil Bupati Lisdyarita, dan jajaran Forkopimda Ponorogo hadir mengikuti tradisi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu.
Larung Sesaji dan Risalah Doa juga menyedot perhatian pengunjung objek wisata andalan Ponorogo tersebut.
Tumpeng besar berisikan tatanan beras merah berbentuk kerucut dilarung ke tengah telaga.
Prosesi berawal dengan lebih dulu mengarak tumpeng agung, tumpeng hasil panen, dan delapan tumpeng nasi berlaukkan ingkung ayam berkeliling Telaga Ngebel.
Bupati Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa larungan sesaji adalah tradisi masyarakat sekitar Telaga Ngebel yang terjaga turun temurun.
Maknanya bukan sekedar menenggelamkan hasil bumi dari olah pertanian ke tengah telaga seluas 160 hektare itu.
”menenangkan sebagai bentuk doa dan rasa syukur yang dikemas secara teatrikal. ”Saat diberangkatkan tadi diiringi lantunan sholawat,” ucapnya.
Bupati menginginkan Larung Sesaji dan Risalah Doa dilaksanakan lebih meriah bersamaan gelaran Grebeg Suro tahun depan.
”Ngebel adalah jujugan wisata mempesona.
Hari ini tugas kita adalah bagaimana kita memberikan warna, memberikan ruh kepada Ngebel agar Ngebel semakin moncer,” terangnya.
Menurutnya, Telaga Ngebel saat ini mulai diperbanyak fasilitas untuk wisatawan. Mulai dari water fountain, perahu naga wisata, serta agenda tahunan larungan bisa menarik wisatawan untuk datang ke Telaga Ngebel.
Selain menikmati keindahan alam juga bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada.
Deretan warung UMKM, warung makan, restauran hingga tempat penginapan jadi daya tarik tersendiri untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.
- Penulis: Sekti Leksono


Saat ini belum ada komentar