Longspan LRT Jabodebek Salah Desain, Ini Penjelasan Pihak Terkait

  • Bagikan
Longspan LRT Gatsu- Kuningan. (Foto: twitter @RadioSmartFM)

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga membela longspan LRT Jabodebek.

Ia mengatakan bahwa proyek tersebut sudah dibangun dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan aspek keselamatan.

Ia juga mengatakan bahwa longspan tersebut sudah direview oleh konsultan internasional.

“Kami sudah review dengan konsultan internasional dari Inggris dan mereka menyatakan bahwa ini aman,” kata Budi Karya saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2023).

Baca Juga :  PLN Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik Se-Kawasan Versi Fortune 500 Asia Tenggara

Budi Karya juga menjelaskan alasan pemilihan desain longspan tersebut.

Ia mengatakan bahwa longspan tersebut merupakan solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di lokasi tersebut.

Ia menambahkan bahwa longspan tersebut juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

“Kalau kita lihat dari segi estetika itu bagus sekali. Kalau kita lihat dari segi teknis itu juga bagus sekali karena kita bisa menghemat lahan,” ujar Budi Karya.

Baca Juga :  Debat Panas Gus Nadir Dan Said Didu Perihal Sidang Itsbat Penentu Hari Raya Idul Fitri Ramai Di Twitter

Proyek LRT Jabodebek sendiri merupakan proyek strategis nasional yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023.

Proyek ini memiliki panjang 43 kilometer dengan 18 stasiun yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk sebagai kontraktor utama dan PT INKA sebagai produsen kereta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan