Ia sengaja mencari lokasi-lokasi strategis yang sering dilewati oleh banyak orang, seperti Terminal Ngabean, Purawisata, dan Pojok Benteng Kidul Wetan.
“Tujuannya agar karya seni saya bisa dilihat oleh banyak orang dan memberikan dampak yang lebih besar. Saya juga ingin menantang diri saya sendiri untuk beradaptasi dengan kondisi lokasi yang berbeda-beda,” tutur Adit.
Adit mengatakan bahwa ia tidak memiliki izin resmi untuk membuat karya seninya di tempat umum.
Namun, ia mengklaim bahwa ia tidak pernah mendapat masalah dari pihak berwenang atau masyarakat sekitar.
“Sejauh ini, saya belum pernah ditangkap atau dimarahi oleh siapa pun. Malah, banyak yang mengapresiasi dan mendukung karya seni saya. Ada juga yang ikut membantu saya membersihkan sampah setelah saya selesai melukis,” ungkap Adit.
Adit berharap bahwa karya seninya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Ia juga berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menghasilkan dan membuang sampah.
“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan sampah merusak keindahan dan kebersihan kota kita. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap sehat dan nyaman,” pungkas Adit.