Dalam beberapa kasus, pesawat atau helikopter tersebut hilang kontak dengan radar atau mengalami gangguan navigasi sebelum jatuh.
3. Harta Karun Terkubur
Salah satu mitos yang cukup menarik tentang Gunung Salak adalah adanya harta karun yang terkubur di dalamnya.
Harta karun ini dipercaya berasal dari peninggalan Kerajaan Pajajaran atau Kerajaan Mataram Islam.
Beberapa orang mengklaim bahwa harta karun tersebut berupa emas, perak, permata, senjata, atau benda-benda bersejarah lainnya.
Beberapa orang juga mengklaim bahwa mereka pernah menemukan petunjuk atau tanda-tanda tentang lokasi harta karun tersebut.
Misalnya, ada yang mengatakan bahwa ada batu-batu bertuliskan huruf Arab atau Jawa Kuno yang menunjukkan arah harta karun.
Ada juga yang mengatakan bahwa ada pohon-pohon tertentu yang menjadi penanda harta karun.
Namun, tidak ada bukti nyata atau ilmiah tentang keberadaan harta karun tersebut.
Beberapa orang bahkan menganggap bahwa mitos ini hanyalah akal-akalan para penipu untuk menjerat orang-orang yang rakus atau penasaran.
4. Pantangan yang Harus Ditaati
Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh para pendaki yang ingin menjelajahi Gunung Salak adalah pantangan-pantangan yang harus ditaati.
Pantangan-pantangan ini bertujuan untuk menghormati gunung yang dianggap suci dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Beberapa pantangan yang umum adalah sebagai berikut:
– Tidak boleh memetik bunga anggrek, karena dipercaya akan membuat pendaki tersesat atau mendapat musibah.
– Tidak boleh membawa daging babi, karena dipercaya akan menimbulkan kemarahan para penjaga gunung.
– Tidak boleh berteriak-teriak, bernyanyi, atau bersiul, karena dipercaya akan mengganggu ketenangan gunung.
– Tidak boleh berkata kasar, mengumpat, atau bersumpah, karena dipercaya akan menarik energi negatif.
– Tidak boleh membuang sampah sembarangan, karena dipercaya akan mencemari lingkungan dan menimbulkan bencana alam.








