Namun, perlu kita ketahui bahwa promosi semacam ini memiliki dampak yang sangat serius, terutama terkait dengan regulasi dan hukum yang ada di Indonesia.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengungkapkan bahwa video tersebut sebenarnya telah diproduksi pada tahun 2020 lalu. Meskipun begitu, situs judi online yang dipromosikan oleh Wulan masih aktif hingga saat ini.
Vivid dengan tegas mengingatkan bahwa siapapun yang terbukti mempromosikan situs judi online akan ditindak tegas oleh pihak berwajib.
Selain itu, Vivid juga mencatat bahwa hukuman yang bisa diterima oleh pihak yang mempromosikan judi online sangat berat. Menurutnya, mereka dapat dikenakan sanksi pidana dengan ancaman hukuman penjara hingga enam tahun dan denda sebesar Rp1 miliar.