Indo1.id – Penyakit antrak atau anthrax adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.
Bakteri ini hidup di tanah dan dapat menghasilkan spora yang tidak aktif (dormant) dan tahan lama.
Spora ini dapat masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia melalui luka, inhalasi, makanan, atau suntikan.
Spora yang masuk ke tubuh akan menjadi aktif dan membelah diri, menghasilkan racun, dan menyebabkan penyakit yang berat.
Penyakit antrak umumnya menular dari hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, atau kuda.
Seseorang dapat terkena penyakit antrak jika menyentuh atau memakan daging hewan yang terinfeksi.
Penyakit ini juga dapat menular melalui penggunaan heroin suntik yang terkontaminasi spora bakteri, tetapi hal ini hanya terjadi di negara-negara Eropa.
Sampai saat ini belum ada bukti bahwa penyakit antrak dapat menular antarmanusia.
Penyakit antrak dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu:
– Antrak kulit: terjadi ketika spora masuk ke kulit melalui luka atau goresan. Gejalanya berupa munculnya benjolan di kulit yang berubah menjadi borok berwarna hitam.
Jenis ini paling sering terjadi dan paling tidak berbahaya jika diobati dengan cepat.
– Antrak inhalasi: terjadi ketika spora dihirup ke dalam paru-paru. Gejalanya berupa demam, batuk, sesak napas, nyeri dada, dan syok.
Jenis ini paling jarang terjadi tetapi paling mematikan jika tidak segera diobati.
– Antrak pencernaan: terjadi ketika spora tertelan bersama makanan yang terkontaminasi.
Gejalanya berupa mual, muntah, diare, nyeri perut, dan perdarahan. Jenis ini jarang terjadi tetapi memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak segera diobati.
– Antrak injeksi: terjadi ketika spora masuk ke dalam tubuh melalui penggunaan heroin suntik yang terkontaminasi.
Gejalanya berupa pembengkakan dan borok di tempat suntikan, demam, nyeri otot, dan syok.
Jenis ini baru ditemukan di Eropa dan sulit untuk diobati.
Penyakit antrak dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, tes kulit, tes cairan cairan tubuh lainnya (seperti dahak atau cairan serebrospinal), atau biopsi jaringan.
Pengobatan penyakit antrak dilakukan dengan memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis infeksi.
Pengobatan harus dimulai secepat mungkin setelah diagnosis untuk mencegah komplikasi yang fatal.
Pencegahan penyakit antrak dapat dilakukan dengan cara:
– Menghindari kontak dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi.
– Memasak daging hewan sampai matang sebelum dikonsumsi.
– Menggunakan alat pelindung diri (seperti masker, sarung tangan, dan baju pelindung) jika bekerja di tempat yang berisiko terpapar spora bakteri.
– Mendapatkan vaksinasi antrak jika bekerja di bidang yang berhubungan dengan hewan ternak atau bakteri antrak.
Penyakit antrak adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejalanya dan segera mencari bantuan medis jika dicurigai terinfeksi.








