Cerita Sukses Madun Oseng Yang Beberapa Waktu Lalu Sempat Berseteru Dengan Food Vlogger Aa Juju dan Codeblu
- account_circle Sekti Leksono
- calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
- print Cetak

Sosok Madun Oseng konten kreator yang mempunyai warung makan sederhana didaerah Tangerang dan beberapa waktu lalu sempat berseteru dengan Food Vlogger Aa Juju dan Codeblu (foto: tangkapan layar Madun Oseng YouTube Chanel)
Indo1.id – Bang Madun, pemilik Oseng-oseng Bang Madun terkenal kocak dan nyablak.
Di balik kesuksesannya menjalankan usaha warung makan khas Betawi, ia adalah sosok pekerja keras yang gigih.
Foodies penggemar makanan Betawi mungkin sudah tidak asing dengan sosok Bang Madun yang juga merupakan konten kreator ini.
Akun Instagramnya, @nyak_kopsah, kini sudah memiliki lebih dari 158 ribu followers.
Nama akun itu merujuk pada peran yang kerap dibawakan Bang Madun yaitu Nyak Kopsah.
Bang Madun akan memakai kain turban di kepala dan sarung untuk menyerupai sosok emak-emak Betawi yang selalu ngoceh dan nyablak, termasuk saat masak.
Nyak Kopsah bahkan ‘dihadirkan’ Bang Madun untuk menyapa pengunjung warung makannya.
Sejak 1998, ia membuka usaha Oseng-oseng Bang Madun yang ada di kawasan Cipondoh, Tangerang.
Rumah makan sederhana ini menawarkan aneka masakan rumahan Betawi.
Mulai dari pecak gurame, semur jengkol, hingga sayur asem ada di sini.
Bang Madun juga menyediakan menu Chinese food rumahan.
Saat ditemui di warung makannya, Bang Madun bercerita lebih jauh soal usahanya merintis Oseng-oseng Bang Madun hingga ‘menemukan’ sosok Nyak Kopsah.
Dapur Oseng-oseng Bang Madun selalu ‘ngebul’. Pihaknya melayani permintaan yang tinggi dari pengunjung.
Menurut Bang Madun, saat akhir pekan, ia bisa mengolah 2 karung beras sebagai nasi.
Untuk jengkol, bisa mencapai 40 kilogram.
“Gurame juga pas akhir pekan bisa habis 70 ekor, sementara udang dan cumi bisa 30-40 kg,” tuturnya.
Pada hari biasa, jumlahnya lebih sedikit. “Untuk jengkol, misalnya, hari biasa paling 20 kg. Lalu ikan gurame 25-30 ekor,” lanjutnya.
Bang Madun begitu menjaga kualitas menunya.
Semua bumbu masih dibikin sendiri.
“Semuanya gue masak sendiri. Kalau ada acara juga, gue masak dulu, bikin bumbu dulu, baru nyuruh orang (masaknya),” jelasnya.
Menu favorit di sini diakui Bang Madun antara lain jengkol, pecak gurame, ayam madu, hingga sayur asem.
Semuanya dimasak fresh dengan dibantu saudara-saudara dan kerabatnya.
“Semua saudara yang gue tangkep (pekerjakan). Memberdayakan orang-orang sekitar. Kita bahagiain aja dulu orang-orang sekitar sebelum orang lain,” ujar pria ramah ini.
Ditanya soal kunci suksesnya, Bang Madun mengatakan fokus pada satu hal lebih penting, dari pada mengerjakan banyak hal sekaligus tapi keteteran.
“Makanya kalau apa-apa, lu niatin. Satu aja jangan banyak-banyak. Satu juga kalau udah naik mah insya Allah, lu keteter,” ujarnya.
Ia juga mengatakan untuk sabar. “Bagi yang mau usaha, jalanin aja usaha. Selagi lu punya kemampuan, satu aja di bidangnya. Jangan banyak-banyak. Terserah orang mau punya rumah, mobil, (tetap jalani usaha saja), kuncinya sabar aja,” kata Bang Madun.
Ke depannya, Bang Madun ingin membuka warung makan yang lebih luas.
“Gue mau bikin paling gede. Gedenya 3 kali lipat dari yang sekarang. Buat anak dan cucu gue, buat keluarga juga,” katanya.
Ia pun sudah membeli tanah untuk mewujudkan mimpi itu.
Lokasinya masih di kawasan Tangerang.
- Penulis: Sekti Leksono


Saat ini belum ada komentar