Indo1.id – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata akan segera beroperasi pada awal tahun 2024.
PLTS ini merupakan proyek kerjasama antara PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak usaha PT PLN (Persero), dengan Masdar, perusahaan energi terbarukan asal Uni Emirat Arab.
PLTS ini memiliki kapasitas 145 MWac atau setara 192 MWp, yang menjadikannya PLTS terbesar se-ASEAN dan terbesar kedua di dunia.
PLTS Terapung Cirata berlokasi di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Waduk ini memiliki luas sekitar 6.200 hektar dan merupakan salah satu sumber air utama untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cirata yang memiliki kapasitas 1.008 MW.
PLTS ini akan menempati sekitar 225 hektar dari luas waduk tersebut.
PLTS ini menggunakan teknologi panel surya terapung yang dapat mengapung di atas permukaan air.
Panel surya ini terhubung dengan kabel bawah air yang mengirimkan listrik ke stasiun pengumpul di darat.
Stasiun pengumpul ini kemudian mengirimkan listrik ke gardu induk Cirata yang terhubung dengan jaringan listrik nasional.
PLTS ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan PLTS konvensional yang dibangun di darat.
Pertama, PLTS ini dapat menghemat lahan yang biasanya digunakan untuk pertanian atau pemukiman.