Indo1.id – Ilmu pranoto mongso adalah sebuah sistem kalender yang digunakan oleh masyarakat Jawa khususnya para petani dan nelayan dalam menentukan musim tanam dan panen.
Ilmu ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang diciptakan oleh pujangga terkenal R.Ng.Ronggowarsito untuk mengenalkan waktu dan telah dipraktikkan oleh masyarakat Jawa sejak ribuan tahun lalu.
Ilmu pranoto mongso berasal dari dua kata, yaitu “pranoto” yang berarti aturan atau ketetapan dan “mongso” yang berarti musim. Ilmu pranoto mongso dapat diartikan sebagai kalender yang memberikan informasi tentang perubahan musim yang terjadi setiap tahunnya.
Dalam perhitungannya, kalender pranoto mongso dibagi menjadi 12 mongso atau musim.
Perhitungan mongso ini berdasarkan pada kalender Masehi.
Ke-12 mongso tersebut adalah sebagai berikut:
– Kasa/Kaso: mulai tanggal 22 Juni sampai 1 Agustus (selama 44 hari). Ciri-cirinya adalah daun-daun berguguran, kayu mengering, belalang masuk ke dalam tanah. Tugas petani adalah membakar jerami dan menanam palawija.
– Karo: mulai tanggal 2 Agustus sampai 24 Agustus (selama 23 hari). Ciri-cirinya adalah tanah mengering dan retak-retak, pohon randu dan mangga mulai berbunga.
– Katelu: mulai tanggal 25 Agustus sampai 17 September (selama 24 hari). Ciri-cirinya adalah tanaman merambat menaiki lanjaran, rebung bambu bermunculan. Tugas petani adalah memanen palawija.
– Kapat: mulai tanggal 18 September sampai 12 Oktober (selama 25 hari). Ciri-cirinya adalah mata air mulai terisi, kapuk randu mulai berbuah, burung-burung kecil mulai bersarang dan bertelur. Tugas petani adalah memanen palawija dan menggarap lahan untuk padi gaga.
– Kalima/Kalimo: mulai tanggal 13 Oktober sampai 8 November (selama 27 hari). Ciri-cirinya adalah mulai turun hujan besar, pohon asam jawa mulai menumbuhkan daun muda, ulat mulai bermunculan, laron keluar dari liang, lempuyang dan temu kunci mulai bertunas.
Tugas petani adalah memperbaiki selokan sawah, membuat irigasi, dan menyebar padi gaga.
– Kanem: mulai tanggal 9 November sampai 21 Desember (selama 43 hari). Ciri-cirinya adalah buah-buahan (durian, rambutan, manggis, dan lain-lainnya) mulai bermunculan, belibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair.
Tugas petani adalah menyebar benih padi di pembenihan.
– Kapitu: mulai tanggal 23 Desember sampai 3 Februari (selama 43 hari). Ciri-cirinya adalah hujan turun terus-menerus, pohon-pohon berbuah lebat, burung-burung berkicau riang. Tugas petani adalah menanam padi di sawah.
– Kapituwa: mulai tanggal 4 Februari sampai 18 Maret (selama 43 hari). Ciri-cirinya adalah hujan reda sedikit demi sedikit, padi tumbuh subur dan berbulir banyak, burung-burung mencari makan di sawah. Tugas petani adalah menjaga padi dari hama dan penyakit.
– Kasanga: mulai tanggal 19 Maret sampai 10 April (selama 23 hari). Ciri-cirinya adalah hujan semakin jarang turun, padi menguning dan siap dipanen, burung-burung banyak yang mati karena kekurangan makan.
Tugas petani adalah memanen padi dengan hati-hati.
– Kasadasa: mulai tanggal 11 April sampai 3 Mei (selama 23 hari). Ciri-cirinya adalah hujan berhenti sama sekali, padi sudah dipanen dan disimpan di lumbung, burung-burung berpindah tempat mencari makan.
Tugas petani adalah membersihkan sawah dari sisa-sisa tanaman dan menyiapkan lahan untuk palawija.
– Desta: mulai tanggal 4 Mei sampai 21 Juni (selama 49 hari). Ciri-cirinya adalah udara panas dan kering, tanah retak-retak, pohon-pohon mengering dan berguguran. Tugas petani adalah menanam palawija yang tahan kekeringan seperti jagung, kacang-kacangan, dan ubi-ubian.
– Sadha: mulai tanggal 22 Juni sampai 21 Juli (selama 30 hari). Ciri-cirinya adalah udara masih panas dan kering, tanah masih retak-retak, pohon-pohon masih mengering dan berguguran. Tugas petani adalah memanen palawija yang sudah matang.
Ilmu pranoto mongso ini diyakini masih relevan dan akurat dalam menentukan waktu yang tepat untuk bercocok tanam.
Ilmu ini juga mengandung nilai-nilai filosofi dan etika yang dapat dijadikan pedoman hidup oleh masyarakat Jawa.
Ilmu ini merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan dan dikembangkan.
Demikian tentang ilmu pranoto mongso, Semoga bermanfaat.








