Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Apa itu Iron Dome? Sistem Pertahanan Israel yang Dijebol Hamas

Apa itu Iron Dome? Sistem Pertahanan Israel yang Dijebol Hamas

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
  • print Cetak

Indo1.id – Iron Dome adalah sistem pertahanan udara milik Israel yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan roket, mortir, dan proyektil lainnya yang mengancam wilayah Israel.

Sistem ini diklaim memiliki tingkat keberhasilan mencapai 96 persen dalam menangkis serangan roket dari kelompok militan Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam.

Namun, dalam konflik terbaru antara Israel dan Hamas yang meletus sejak 10 Mei 2021, sistem Iron Dome tampaknya tidak mampu menghadapi gelombang roket yang ditembakkan oleh Hamas dari Jalur Gaza.

Menurut laporan media, sekitar 5.000 roket telah ditembakkan oleh Hamas ke Israel, dan sebagian dari roket-roket itu berhasil menembus pertahanan Iron Dome dan mengenai sasaran di Israel.

Bagaimana bisa sistem Iron Dome yang terkenal canggih itu dijebol oleh Hamas? Apa kelemahan dan keunggulan sistem Iron Dome?

Bagaimana cara kerja dan sejarah pengembangan sistem Iron Dome? Artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Apa itu Iron Dome?

Iron Dome adalah sistem pertahanan darat ke udara yang terdiri dari radar dan roket pencegat yang mampu melacak dan menetralisir setiap roket yang ditembakkan ke sasaran di Israel.

Sistem ini menggunakan radar untuk mendeteksi roket yang masuk, kemudian menghitung lintasan dan titik jatuhnya.

Jika roket tersebut dianggap berbahaya, sistem ini akan meluncurkan roket pencegat yang disebut Tamir untuk menghancurkannya di udara.

Sistem Iron Dome memiliki jangkauan sekitar 70 km dan dapat menangani beberapa ancaman secara bersamaan.

Sistem ini juga dapat membedakan antara roket yang akan mengenai daerah berpenduduk atau daerah kosong, sehingga menghemat biaya dan amunisi.

Setiap baterai Iron Dome dapat dilengkapi dengan tiga atau empat peluncur, masing-masing dengan 20 roket pencegat.

Sistem Iron Dome dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, dengan bantuan dari Amerika Serikat.

Sistem ini mulai beroperasi pada tahun 2011 dan telah digunakan dalam beberapa konflik antara Israel dan Palestina, seperti Operasi Pilar Pertahanan pada tahun 2012 dan Operasi Protective Edge pada tahun 2014.

Apa kelemahan dan keunggulan Iron Dome?

Sistem Iron Dome memiliki beberapa kelemahan dan keunggulan yang perlu diketahui. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Kelemahan:

– Sistem Iron Dome tidak dapat menangani semua jenis ancaman udara, seperti pesawat tempur, rudal balistik, atau drone. Sistem ini hanya efektif untuk menghadapi roket jarak pendek atau menengah.

– Sistem Iron Dome memiliki kapasitas terbatas dalam jumlah roket pencegat yang dapat diluncurkan.

Setiap roket pencegat berharga sekitar 50 ribu dolar AS, sedangkan setiap roket Hamas hanya berharga sekitar 800 dolar AS. Jika Hamas menembakkan banyak roket secara bersamaan atau berulang-ulang, sistem Iron Dome bisa kehabisan amunisi atau kewalahan.

– Sistem Iron Dome tidak dapat menjamin perlindungan 100 persen bagi warga Israel.

Beberapa roket Hamas bisa lolos dari deteksi atau intersepsi sistem Iron Dome karena faktor-faktor seperti cuaca, kesalahan teknis, atau kesalahan manusia.

Beberapa roket juga bisa jatuh di dekat sasaran atau meledakkan roket pencegat di atas permukiman warga.

Keunggulan:

– Sistem Iron Dome telah membuktikan kemampuannya dalam mengurangi korban jiwa dan kerusakan akibat serangan roket Hamas.

Menurut laporan media, sistem Iron Dome telah berhasil mencegat sekitar 90 persen dari roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas ke Israel.

Sistem ini juga telah menyelamatkan banyak nyawa warga sipil Israel dari konflik yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

– Sistem Iron Dome memberikan rasa aman dan percaya diri bagi warga Israel dalam menghadapi ancaman Hamas.

Sistem ini juga memberikan keuntungan strategis dan psikologis bagi militer Israel dalam melancarkan serangan balasan terhadap Hamas.

Sistem ini juga menunjukkan kemajuan teknologi dan kemandirian pertahanan Israel di mata dunia.

– Sistem Iron Dome merupakan salah satu sistem pertahanan udara tercanggih dan terinovatif di dunia.

Sistem ini telah menjadi contoh dan inspirasi bagi negara-negara lain yang menghadapi ancaman serupa, seperti Amerika Serikat, India, dan Korea Selatan.

Sistem ini juga telah menjadi sumber pendapatan dan kerjasama bagi industri pertahanan Israel.

Bagaimana cara kerja dan sejarah pengembangan Iron Dome?

Sistem Iron Dome bekerja dengan cara sebagai berikut:

– Pertama, sistem Iron Dome menggunakan radar untuk mendeteksi roket yang ditembakkan oleh Hamas dari Jalur Gaza.

Radar tersebut dapat mengidentifikasi jenis, kecepatan, arah, dan lintasan roket tersebut.

– Kedua, sistem Iron Dome mengirimkan informasi tersebut ke pusat komando dan kontrol yang akan menghitung titik jatuh roket tersebut.

Pusat komando dan kontrol akan memutuskan apakah roket tersebut berbahaya atau tidak, dan apakah perlu dilakukan intersepsi atau tidak.

– Ketiga, jika roket tersebut dianggap berbahaya, sistem Iron Dome akan meluncurkan roket pencegat yang disebut Tamir untuk menghancurkannya di udara.

Roket pencegat tersebut dilengkapi dengan hulu ledak yang akan meledak saat mendekati roket target.

Ledakan tersebut akan menghancurkan roket target atau mengubah lintasannya agar jatuh di daerah yang tidak berbahaya.

Sistem Iron Dome dikembangkan dengan sejarah sebagai berikut:

– Sistem Iron Dome mulai dikembangkan pada tahun 2007 sebagai respons terhadap serangan roket yang dilakukan oleh Hamas dan Jihad Islam dari Jalur Gaza ke Israel.

Serangan roket tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di wilayah selatan Israel, terutama kota Sderot.

– Sistem Iron Dome dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, dengan bantuan dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah memberikan bantuan dana sebesar 1,6 miliar dolar AS untuk pengembangan dan pengadaan sistem Iron Dome sejak tahun 2011.

– Sistem Iron Dome mulai beroperasi pada tahun 2011 dan telah digunakan dalam beberapa konflik antara Israel dan Palestina, seperti Operasi Pilar Pertahanan pada tahun 2012 dan Operasi Protective Edge pada tahun 2014.

Sistem ini juga telah digunakan dalam konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon pada tahun 2019.

– Sistem Iron Dome terus mengalami peningkatan dan pengembangan seiring dengan perkembangan teknologi dan ancaman.

Beberapa peningkatan yang dilakukan antara lain adalah penambahan jangkauan, kapasitas, mobilitas, akurasi, dan kemampuan untuk menangani ancaman lain seperti drone atau pesawat tempur.

Kesimpulan

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara milik Israel yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan roket, mortir, dan proyektil lainnya yang mengancam wilayah Israel.

Sistem ini diklaim memiliki tingkat keberhasilan mencapai 96 persen dalam menangkis serangan roket dari kelompok militan Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam.

Namun, dalam konflik terbaru antara Israel dan Hamas yang meletus sejak 10 Mei 2021, sistem Iron Dome tampaknya tidak mampu menghadapi gelombang roket yang ditembakkan oleh Hamas dari Jalur Gaza.

Menurut laporan media, sekitar 5.000 roket telah ditembakkan oleh Hamas ke Israel, dan sebagian dari roket-roket itu berhasil menembus pertahanan Iron Dome dan mengenai sasaran di Israel.

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politik Identitas Tak Terhindarkan, Anies Ungkit Pilkada DKI 2017.

    Politik Identitas Tak Terhindarkan, Anies Ungkit Pilkada DKI 2017.

    • calendar_month Selasa, 21 Mar 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    indo1.id –  Bacapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, bicara terkait politik identitas saat menghadiri forum diskusi dengan pemimpin dan kepala redaksi media massa di Surabaya yang diselenggarakan Partai NasDem. Anies Baswedan mengatakan politik identitas tak bisa dihindari lantaran setiap calon yang bersaing selalu punya identitas yang melekat pada dirinya. Politik identitas itu adalah sesuatu yang tak […]

  • Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?

    Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2019
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Setelah pecinta otomotif dihebohkan dengan bocoran Toyota Avanza baru, kini muncul gambar yang disinyalir sebagai Nissan Livina anyar. Gambar tersebut, beredar luas di media sosial dan juga grup aplikasi percakapan elektronik. Dilihat dari gambar yang beredar, Nissan Livina baru ini memperlihatkan wajah depan yang cukup jelas. Jika diperhatikan, muka low multi purpose vehicle (LMVP) andalan […]

  • Artis Senior Jenny Rachman Dijemput Paksa Oleh Polisi? Diduga Kabur Keluar Kota !

    Artis Senior Jenny Rachman Dijemput Paksa Oleh Polisi? Diduga Kabur Keluar Kota !

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Jenny Rachman dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan perusakan rumah milik Alia Karenina.  Senin kemarin polisi akhirnya mendatangi rumah artis senior itu, di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2023) malam. Dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, AKP Erwin Subekti, kedatangan […]

  • Membanggakan! Anthony Ginting Dapat Ucapan Selamat Dari Jokowi Usai Raih Juara Singapore Open 2023

    Membanggakan! Anthony Ginting Dapat Ucapan Selamat Dari Jokowi Usai Raih Juara Singapore Open 2023

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menjuarai turnamen bulu tangkis Singapore Open 2023. Ginting sukses menjuarai Singapore Open 2023 setelah mengalahkan wakil Denmark yakni Anders Antonsen. Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan ucapan selamat kepada Ginting. “Kabar gembira dari arena kejuaraan bulutangkis Singapore Open 2023: Anthony Sinisuka Ginting menjadi juara setelah […]

  • El Rumi Kalahkan Jefri Nichol dengan Angka Mutlak di Tinju Rans Entertainment

    El Rumi Kalahkan Jefri Nichol dengan Angka Mutlak di Tinju Rans Entertainment

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – El Rumi berhasil mengalahkan Jefri Nichol dalam pertandingan tinju yang digelar oleh Rans Entertainment pada Jumat, 17 November 2023. El Rumi menang dengan angka mutlak 40-36 setelah empat ronde pertarungan sengit di Mahaka Square, Jakarta Utara. Pertandingan ini merupakan bagian dari acara Superstar Knockout yang menampilkan beberapa selebriti tanah air yang saling beradu […]

  • 5 Posisi Bercinta Bisa Tahan Lama, Ini Caranya!

    5 Posisi Bercinta Bisa Tahan Lama, Ini Caranya!

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id II Urusan ranjang bukan hal yang tabu, suami dan istri harus memahami bagaimana kebutuhan seks yang sehat dan nikmat dapat terpenuhi. Salah satunya adalah posisi dalam bercinta suami istri yang bisa membuat durasi di atas ranjang jadi tahan lama. Suami istri dapat mengeksplorasi diri saat bercinta namun tetap dalam batasan yang dibolehkan dari segi […]

expand_less